Presiden Trump Yakin Presiden China Bisa Selesaikan Krisis Hong Kong Secara Manusiawi

Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump menyebut Presiden China Xi Jinping bisa menyelesaikan krisis

Presiden Trump Yakin Presiden China Bisa Selesaikan Krisis Hong Kong Secara Manusiawi
TRIBUN/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) saat hendak berfoto bersama pimpinan negara-negara peserta KTT G-20 di Hamburg, Jerman, Jumat (7/7/2017). 

Presiden Trump Yakin Presiden China Bisa Selesaikan Krisis Hong Kong Secara Manusiawi

TRIBUN-BALI.COM,WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump menyebut Presiden China Xi Jinping bisa menyelesaikan krisis yang terjadi di Hong Kong.

Pernyataan itu dia sampaikan di sela liburan di padang golfnya di kawasan Bedminster, New Jersey, sebagaimana diwartakan kantor berita AFP Rabu (14/8/2019).

"Saya TIDAK punya keraguan sedikit pun jika Presiden Xi Jinping ingin menyelesaikan krisis Hong Kong secara cepat dan manusiawi, dia bisa melakukannya," kata Trump.

"Pertemuan pribadi?" lanjut presiden berusia 73 tahun itu yang nampaknya merupakan penawaran bantuan kepada Xi guna memadamkan aksi demonstrasi di sana.

Kelompok pro-demokrasi sudah menggelar aksi secara intens dalam 10 pekan terakhir guna menuntut kebebasan yang lebih besar, termasuk menduduki bandara.

Link Live Streaming PS Tira Persikabo vs Bali United, Ini Respon Coach RD Soal Pujian Lawan

Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 15 Agustus 2019, Hari Baik Bagi Taurus untuk Membuka Bisnis Baru

Rumor pun berhembus bahwa China tengah menyiagakan pasukan di perbatasan, dengan AS menyatakan mereka "sangat memperhatikan" dan mendesak Beijing menghormati status otonominya.

Berdasarkan kesepakatan 1997 yang melandasi penyerahan bekas koloni Inggris itu ke China, Hong Kong bakal menikmati kebebasan yang tidak didapatkan di daratan.

Namun sejak Juni, situasi mulai memanas setelah Kepala Eksekutif Carrie Lam memperkenalkan UU Ekstradisi yang bisa mengirim kriminal ke daratan utama.

Kaum penentang menyuarakan kekhawatiran bahwa peraturan tersebut bakal digunakan sebagai agenda untuk membungkam lawan politik sehingga mereka turun ke jalan.

Halaman
123
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved