Sebut 8 Saksi Tak Dihadirkan Termasuk 3 Tokoh Bali Ini, Alit Wiraputra Akan Laporkan Jaksa Penuntut

Setelah menjalani sidang secara maraton perkara dugaan penipuan dan penggelapan pengurusan izin reklamasi pengembangan Pelabuhan Benoa

Sebut 8 Saksi Tak Dihadirkan Termasuk 3 Tokoh Bali Ini, Alit Wiraputra Akan Laporkan Jaksa Penuntut
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
SIDANG ALIT - Mantan Ketua Kadin Bali, AA Ngurah Alit Wiraputra menjalani sidang perdana di PN Denpasar, Senin (17/6/2019). Ia diadili terkait tindak pidana dugaan penipuan dan penggelapan pengurusan izin pembangunan kawasan Pelabuhan Benoa. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah menjalani sidang secara maraton perkara dugaan penipuan dan penggelapan pengurusan izin reklamasi pengembangan Pelabuhan Benoa senilai Rp 16 miliar, tersangka Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra (52) akan menjalani sidang putusan, Kamis (15/8) hari ini.

Namun terlepas dari apapun putusan nanti, mantan Ketua Kadin Bali itu akan melaporkan jaksa penuntut umum (JPU) yang bertugas menangani kasus ini, yakni I Gede Raka Arimbawa.

"Ya besok (hari ini, red) putusan, semoga (putusan) berjalan baik," ucapnya usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (14/8).

"Hal-hal lain juga akan kami tempuh. Tidak tertutup kemungkinan saya akan melaporkan jaksa ke Jaksa Agung, Jamwas. Ke Kejati Bali juga akan saya laporkan," lanjut Alit.

Alit melaporkan jaksa penuntut karena dirinya menganggap proses jalannya persidangan dirasa janggal.

Pasalnya, jaksa penuntut tidak pernah menghadirkan para saksi yang tertera di berita acara pemeriksaan (BAP).

"Delapan saksi yang ada di BAP tidak pernah dihadirkan di persidangan. Dan saksi-saksi yang harusnya menerangkan bahwa izin tersebut sudah selesai, sama sekali tidak dihadirkan," ujarnya dengan nada protes.

Ia pun akan berkoordinasi dengan tim hukumnya terkait isi laporan.

Alit juga menyayangkan ketidakhadiran tiga tokoh di Pemprov Bali. Yakni I Made Mangku Pastika (mantan Gubernur Bali), Cok Ngurah Pemayun (mantan Sekda Bali), dan I Ketut Lihadnyana (mantan Kepala Bappeda Bali).

"Tanpa kehadiran tiga tokoh tersebut tidak akan kelihatan kebenaran materiil kasus ini. Seharusnya tiga tokoh yaitu dihadirkan. Kalau itu hadir maka akan terang benderang,” terang mantan politisi Gerindra itu.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved