Breaking News:

Walhi Bali Soroti Bencana Kabut Asap TPA Temesi & Kirim Surat ke Gubernur, Lima Warga Sesak Napas

Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Desa Temesi, Kabupaten Gianyar, terus mendapat sorotan.

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kondisi terakhir TPA Temesi, Gianyar, Rabu (14/8/2019). Kebakaran sampah terjadi sejak beberapa bulan lalu, yang mengakibatkan bencana bagi masyarakat Desa Lebih. 

“Penting untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan karena berdasarkan laporan warga, setidaknya sudah ada lima warga terkena sesak napas yang diduga akibat asap kebakaran sampah di TPA Temesi Gianyar,” tegasnya.

Lebih jauh, Untung Pratama menyampaikan pentingnya dilakukan pemantauan kualitas udara ambien di titik kebakaran TPA Temesi, untuk mengetahui apakah tingkat pencemaran kualitas udara karena sudah ada warga yang terkena sesak napas.

Sekretaris Jendral (Sekjen) Frontier Bali, Made Krisna Dinata, menyatakan atas bencana lingkungan kabut asap tersebut, Frontier Bali dan WALHI Bali mendesak Gubernur Koster agar melakukan pemantauan kualitas udara ambien di titik kebakaran TPA Temesi.

Selain itu ia juga menuntut Gubernur Koster untuk melakukan pemasangan alat pemantau udara ambien di lokasi secara permanen untuk memantau ketaatan pengelola TPA dan melakukan pemeriksaan kesehatan warga di sekitar TPA, khususnya warga Desa Lebih yang terpapar kabut asap selama berbulan-bulan secara massif.

“Kami meminta agar surat desakan penyelesaian bencana lingkungan kabut asap akibat kebakaran sampah di TPA Temesi Gianyar segera ditindaklanjuti oleh Koster,” ujarnya.

Selanjutnya Krisna mendesak Gubernur Bali membuka hasil dari pemantauan kualitas udara serta hasil dari pemeriksaan warga yang terpapar asap selama berbulan-bulan secara masif dibuka kepada publik tanpa terkecuali.

Areal Terbakar 3%

Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran Gianyar mengklaim areal timbulan asap kebakaran tinggal tiga persen dari total luas TPA Temesi yang mencapai 4,4 hektare.

Meskipun demikian, pihak Damkar Gianyar masih tetap melakukan penanganan intensif. Sebab sewaktu-waktu api bisa kembali meluas, terlebih sejumlah pusat api masih sulit terdeteksi.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Damkar Gianyar, I Made Watha, Rabu (14/8) petang. Menurut dia, kondisi ini jauh lebih baik dibanding sebelum-sebelumnya persentase penanganan berada di angka 50-60 persen.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved