Dosen ITB STIKOM Bali Bantu Produsen Kopi di Desa Padangan Tabanan

Sejak tahun 2002, Nengah Seraya telah memproduksi kopi bubuk robusta dengan brand “Cap Dua Cangkir”.

Dosen ITB STIKOM Bali Bantu Produsen Kopi di Desa Padangan Tabanan
Istimewa
I Nengah Seraya memegang mesin sangrai diapit Putu Ramayasa dan Voni Purnama. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Letak geografis Kecamatan Pupuan, kabupaten Tabanan, Bali yang berada di dataran tinggi, persisnya di kaki gunung Batukaru, menjadikannya tempat yang ideal untuk mengembangkan perkebunan kopi.

Hingga saat ini, terdapat 7.700 hektar luas lahan perkebunan kopi jenis robusta di daerah ini.

Menariknya kopi produksi Pupuan ini memiliki citarasa yang unik, yakni kopi rasa cokelat.

Maklum saja, perkebunan kopi ini ditanam dengan metode tumpang sari dengan tanaman cokelat, yakni lahan kosong di sela-sela tanaman kopi dimanfaatkan oleh para petani untuk menanam kakao.

Itulah maka minuman kopi produksi Pupuan ini lebih terkenal dengan citarasa coklat-nya.

Pada tahun 2019 ini, dua orang dosen ITB STIKOM Bali yakni I Putu Ramayasa S.Kom, M.Kom dan I Gusti Agung Vony Purnama, S.S., M.Hum yang tergabung dalam Tim Pengabdian Masyarakat ITB STIKOM Bali dibantu dua orang mahasiswanya berkesempatan menyalurkan bantuan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI melalui hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) kepada seorang petani kopi sekaligus produsen kopi bubuk, yaitu I Nengah Seraya, warga desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan.

Sejak tahun 2002, Nengah Seraya telah memproduksi kopi bubuk robusta dengan brand “Cap Dua Cangkir”.

Usaha Nengah Seraya ini telah ikut membantu meningkatkan perekonomian daerahnya, sebab pasokan bahan baku utama biji kopi robusta kering didapatkan dari petani sekitar.

Selain itu, dalam memproduksi kopi bubuk, Nengah Seraya memanfaatkan tenaga kerja dari warga setempat.

Menurut Nengah Seraya, proses produksi kopi bubuk dibagi dimulai dari pemilihan biji kopi, penjemuran, proses sangrai, penggilingan, dan pengemasan.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved