Musisi dari 8 Negara Unjuk Kebolehan di Ubud Village Jazz Fastival

Adapun delapan negara yang berpartisipasi dalam festival ini, mulai dari Amerika, Rusia, Italia, Francis, Korea Selatan, Australia, Jerman dan Belanda

Musisi dari 8 Negara Unjuk Kebolehan di Ubud Village Jazz Fastival
TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA
Turis mancanegara tengah menikmati musik jazz dalam even Ubud Village Jazz Festival, di Museum Arma, Ubud, Jumat (16//2019). 

Musisi dari 8 Negara Unjuk Kebolehan di Ubud Village Jazz Fastival

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Ubud Village Jazz Fertival (UVJF) merupakan event jazz berskala internasional di tahun 2019 ini.

Memasuki tahun ke tujuhnya, pagelaran musik kali ini menggandeng musisi jazz dari delapan negara.

Pihak penyelenggara menyatakan event kali ini, juga serangkaian Hari Kemerdekaan RI.

Adapun delapan negara yang berpartisipasi dalam festival ini, mulai dari Amerika, Rusia, Italia, Francis, Korea Selatan, Australia, Jerman dan Belanda.

Artis jazz paling terkemuka dalam pagelaran ini ialah, Aaron Goldberg dari Amerika.

Festival ini digagas oleh dua orang, yakni Anom Darsana dan Yuri Mahatma.

Festival jazz ini akan berlangsung dari 16-17 Agustus 2019, di Museum Arma, Ubud.

Co Founder Ubud Village Jazz Festival, Anom Darsana mengatakan, musisi yang memeriahkan festival jazz ini, sebelumnya telah disaring.

Sebab, pihaknya ingin menyajikan musik jazz yang benar-benar murni jazz, berkualitas internasional dan idealis.

“Saya bersama Yuri Mahatma membuat festival yang merupakan satu-satunya festival jazz berkelas internasional. Ada musisi dari delapan negara yang berpartisipasi tahun ini, line up kami, Aaron Goldberg, dari Amerika. Selain itu juga ada komunitas jazz underground. Kegiatan ini juga kami suguhnya untuk hari kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Keberlangsungan dari UVJF 2019 ini, kata dia, tidak terepas dari dukungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Menurut Anom Darsana, Kementerian Lingkungan Hidup dalam hal ini, memberikan support berupa tong sampah.

“Kami disupport Kemenpar, dan Kementerian Lingkungan Hidup, semacam support tong sampah, untuk mengurangi sampah sekali pakai. Sampah dipilah, dan yang organik akan dijadikan kompos oleh pemerintah,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved