Search for Common Ground Dorong Peran Perempuan Desa Memajukan Masyarakat

Kader Perempuan Penggerak Desa dipilih dan ditugaskan untuk membantu perempuan-perempuan di desa terlibat aktif dalam kegiatan desa.

Search for Common Ground Dorong Peran Perempuan Desa Memajukan Masyarakat
Tribun Bali/Irma Budiarti
Kader Perempuan Penggerak Desa, Louis Virgoana dari Desa Dauh Peken, Tabanan, Bali, Jumat (16/8/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kader Perempuan Penggerak Desa dipilih dan ditugaskan untuk membantu perempuan-perempuan di desa terlibat aktif dalam kegiatan desa.

Search for Common Ground menggelar acara pelatihan perspektif gender dalam jurnalisme selama dua hari, Kamis-Jumat (15-16/8/2018), di Hote Harris, Tuban, Kuta, Badung, Bali.

Dalam kegiatan ini Search for Common Ground mengundang Kader Perempuan Penggerak Desa dari tiga desa di Tabanan, Bali.

Dikatakan Bahrul Witjaksana dari SFCG Indonesia, ketiga Kader Perempuan Penggerak Desa ini berperan membantu perempuan-perempuan di desa lebih aktif dan peduli terhadap kesejahteraan perempuan-perempuan di desa tersebut.

Lanjut Upung, sapaan akrabnya, banyak program keuangan yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan perempuan-perempuan desa.

Namun menurutnya, masih banyak program desa yang belum menyentuh kebutuhan perempuan. Bahkan cenderung mengesampingkan peran perempuan.

Sehingga program-program desa itu diharapkan mampu mendorong keterlibatan perempuan, dan keuangan desa bisa lebih sensitif gender, khususnya kaum perempuan.

Ketiga Kader Perempuan Penggerak Desa yang hadir dalam pelatihan ini yaitu, Louis Virgoana dari Desa Dauh Peken, Tabanan, Bali; Mak Ervi dari Desa Geluntung, Marga, Tabanan; dan Budawati dari Desa Dajan Peken, Tabanan, kata Upung, bergerak dalam berbagai bidang mulai ekonomi, sosial hingga lingkungan.

Salah satu Kader Perempuan Penggerak Desa, Louis Virgoana dari Desa Dauh Peken, Tabanan, Bali, dalam wawancara bersama Tribun Bali mengatakan awal mula terjun sebagai Kader Perempuan Penggerak Desa.

Kader Desa sekaligus aktivis PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) ini mengatakan, sekitar tiga bulan lalu ia mengikuti pelatihan tentang pemanfaatan dana desa bagi perempuan.

Halaman
1234
Penulis: Irma Budiarti
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved