Wayan Soma Pencuri Pistol Kapolsek Negara Terpaksa Ditembak, Melawan Polisi Saat Proses Penyelidikan

Polresta Denpasar merilis pelaku kasus pencurian senjata api jenis HS9 seri H190044, empat butir peluru dan uang tunai senilai Rp 1 juta.

Wayan Soma Pencuri Pistol Kapolsek Negara Terpaksa Ditembak, Melawan Polisi Saat Proses Penyelidikan
Tribun Bali/Rino Gale
PENCURIAN - Polresta Denpasar merilis pelaku kasus pencurian senjata api jenis pistol HS9 seri H190044 beserta empat butir peluru dan uang tunai Rp 1 juta, Kamis (15/8/2019).  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polresta Denpasar merilis pelaku kasus pencurian senjata api jenis HS9 seri H190044, empat butir peluru dan uang tunai senilai Rp 1 juta.

Pelaku Wayan Soma (42) mendapatkan timah panas di kaki bagian kanan karena saat proses penyelidikan sempat melawan petugas.

Wakapolres Polresta, AKBP Benny Setiawan mengatakan alasan kaki bagian kanan Soma ditembak karena pelaku melawan saat proses penyelidikan.

"Saat kita melakukan pengembangan, pelaku melawan petugas," ujarnya saat merilis di Polresta Denpasar, Kamis (15/8).

Soma melakukan tindakan pidana itu dengan modus moncongkel pintu mobil. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (3/8) sekitar pukul 20.30 Wita.

Pelaku melihat kendaraan milik salah-satu anggota kepolisian yakni Kapolsek Negara, Ketut Maret yang terparkir di area Pura Sakenan.

"Dari hasil interogasi pelaku, berawal dari pelaku melihat mobil yang tak terkunci rapat dan mencongkel pintu tersebut.

Kemudian pelaku mencuri tas yang berisi barang bukti senjata," ujar Wakapolres Polresta, AKBP Benny Setiawan saat merilis di Polresta Denpasar, Kamis (15/8).

Setelah mengambil tas kulit warna cokelat berisi senjata tersebut, pelaku menuju Pasar Kreneng menggunakan ojek online.

Senjata itu dikubur di area Pasar Kreneng.

Halaman
12
Penulis: Rino Gale
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved