Anggaran Pakan Kurang, Perkawinan Anjing Kintamani di Penangkaran Dinas PKP Bangli Belum Dilakukan

Penangkaran Anjing Kintamani milik Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli pada tahun ini belum memulai proses perkawinan

Anggaran Pakan Kurang, Perkawinan Anjing Kintamani di Penangkaran Dinas PKP Bangli Belum Dilakukan
Tribun Bali/Fredey Mercury
Anakan anjing kintamani yang menunggu untuk diambil adopternya, Jumat (16/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Penangkaran Anjing Kintamani milik Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli pada tahun ini belum memulai proses perkawinan.

Usut punya usut, salah satu penyebab dikarenakan berkurangnya anggaran untuk pemberian pakan hewan.

Berkurangnya anggaran pakan ini dibenarkan oleh Kabid Kesehatan Hewan Dinas PKP Bangli, Sri Rahayu, Jumat (16/8/2019).

Kata dia, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, anggaran pemberian pakan pada tahun ini hanya Rp 45 juta.

“Pada tahun sebelumnya anggaran pakan hewan mencapai Rp 75 juta. Jumlah itu tergolong standar dengan jumlah indukan yang ada,” katanya.

Berdasarkan data, Sri Rahayu menyebut populasi pemuliabiakan anjing Kintamani di Dinas PKP terdiri dari tiga warna.

Diantaranya 2 ekor jantan dan 10 ekor betina warna putih, 2 ekor jantan dan 5 ekor betina warna hitam, serta 1 ekor jantan dan 2 ekor betina warna coklat.

“Seluruhnya merupakan indukan dengan usia berkisar 7 hingga 9 tahun. Usia tersebut masih tergolong produktif. Sebab untuk anjing, dikatakan tua dan tidak lagi produtif jika telah berusia 12 tahun,” katanya.

Dalam satu tahun, normalnya anjing bisa kawin hingga empat kali. Musim kawin anjing biasanya di bulan Maret, dengan masa lama kandungan 60 hingga 65 hari.

Namun oleh pihak dinas, perkawinan hanya dilakukan sebanyak dua kali saja.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved