Wisatawan Asing di Bali, Kepala Kemenkumham Bali Sebut Jadi Tanggung Jawab Semua

Kita tidak membatasi orang asing, tidak. Kalau pengamanan ya tentu kita jaga. Saat akan masuk saja sudah diawasi

Wisatawan Asing di Bali, Kepala Kemenkumham Bali Sebut Jadi Tanggung Jawab Semua
Tribun Bali / I Wayan Eri Gunarta
Sabina Dolezalova dan Jdenek Slova, dua WNA yang yang lecehkan petirtaan suci di Monkey Forest, Ubud, Bali. 

Wisatawan Asing di Bali, Kemenkumham Bali Sebut Jadi Tanggung Jawab Semua

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali, Sutrisno akan terus memantau wisatawan asing yang membuat masalah di Bali.

Sutrisno mengatakan, Kemenkumham sebelumnya sudah mencegah akses masuk wisatawan yang bermasalah untuk datang ke Bali.

"Kita tidak membatasi orang asing, tidak. Kalau pengamanan ya tentu kita jaga. Saat akan masuk saja sudah diawasi. Contoh orang asing yang masuk ke Indonesia pakai visa, itu mulai dari pemberian visanya kan sudah diawasi sampai dia keluarnya," ujarnya di Lapas Klas IIA Kerobokan, Sabtu (17/8/2019).

"Kalau memang mereka ada tindak pidana umum ya kita serahkan ke kepolisian. Kalau tidak pidana ke imigrasian ya imigrasi sendiri. Semua aparat kita berkoordinasi. Kan tidak semua orang asing kita proses. Seperti halnya narkoba, itu kan ranahnya BNN dan polisi," jelasnya.

Cerita Gadis Dirayu hingga Direnggut Kegadisannya oleh Ayah Kandungnya, Makin Menjadi Saat Serumah

11 Ribu Unit Motor Listrik Gesits Jajal Pasar Bali, Cek Harga Jual dan Iritnya untuk Sehari-hari

SEDANG BERLANGSUNG Liga Inggris Southampton vs Liverpool, Tuan Rumah yang Terluka

Sementara itu, ditanyai mengenai wisatawan asal mana yang banyak melakukan tindakan tidak sopan di Bali, Sutrisno menjawab dari berbagai negara.

"Ya macem-macem kalau yang masuk di sini kan banyak. Ada dari China yang melanggar, Rusia, Bulgaria," lanjutnya.

Sutrisno menegaskan, wisawatan asing yang masuk ke Bali merupakan tanggung jawab bersama.

Sehingga apapun bentuk kegiatan yang dilakukan wisatawan yang datang ke Bali, harus menjadi perhatian bersama.

Bahkan, jika terindikasi melanggar masyarakat tidak perlu takut untuk melaporkan.

"Kegiatan orang asing yang ada di Indonesia tidak semata-mata tugasnya imigrasi saja atau aparat pemerintah saja, tapi itu semua tugas kita semua," tambahnya.

"Sehingga kita bentuk tim pengawasan orang asing, yang anggotanya dari instansi terkait termasuk perbekel pun ada. Karena perbekel itu kan yang lebih tau situasi orang asing yang ada di wilayah terdekat. Jadi jangan segan-segan kalau misalnya kawan-kawan melihat orang asing melanggar, ya dilaporkan," tutupnya. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved