HUT Kemerdekaan RI

Cuaca Cerah Saat Upacara di Lapangan Renon, Rara Jadi Pawang Hujan Peringatan HUT Proklamasi

Cuaca cerah saat pelaksanaan upacara perayaan HUT ke-74 RI di Provinsi Bali, salah satunya tak lepas dari peran pawang hujan

Cuaca Cerah Saat Upacara di Lapangan Renon, Rara Jadi Pawang Hujan Peringatan HUT Proklamasi
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Rara (paling kanan) saat foto bersama dengan pemangku Pura Kantor Gubernur Bali, setelah pelaksanaan upacara perayaan HUT ke-74 RI di Provinsi Bali, di area Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar, Sabtu (17/8/2019). Cuaca Cerah Saat Upacara di Lapangan Renon, Rara Jadi Pawang Hujan Peringatan HUT Proklamasi 

Cuaca Cerah Saat Upacara di Lapangan Renon, Rara Jadi Pawang Hujan Peringatan HUT Proklamasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Cuaca cerah saat pelaksanaan upacara perayaan HUT ke-74 RI di Provinsi Bali, salah satunya tak lepas dari peran pawang hujan yang berada di area Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar. Pawang hujan tersebut bernama RR Istiati Wulandari atau Rara.

Sebelumnya Rara dihubungi oleh Kasubag Biro Pemerintahan dan Otda Setda Provinsi Bali, I Made Sugiantara untuk membantu kelancaran upacara bendera peringatan detik-detik proklamasi agar tidak turun hujan di Lapangan Renon.

Benar saja, karena sehari sebelumnya, tanggal 16 Agustus 2019, dan bahkan pada pagi hari sebelum pelaksanaan upacara bendera, cuacanya sempat mendung. 

Alasan lainnya, pihak Pemprov Bali berinisiatif menyiapkan pawang hujan, karena pada perayaan HUT Proklamasi tahun 2018 lalu terjadi hujan di seluruh Bali.

Rara kemudian melakukan meditasi dan berdoa supaya tanggal 17 Agustus 2019 di Bali cerah semua.

“Bisa dicari di media online mengatakan 17 Agustus tahun lalu Bali hujan, sedangkan tahun ini berbalik, semuanya cerah, dan semua bisa berbahagia,” ujar Rara saat ditemui di Lapangan Niti Mandala Renon, kemarin.

Ia menceritakan tahun lalu dirinya sedang berada di Jakarta menjadi pawang hujan karena diminta Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, sebab Obor ASIAN Games akan dibawa ke Istana Merdeka untuk dilaksanakan pembukaan ASIAN Games keesokan harinya.

Kemudian dirinya melihat di media sosial bahwa di seluruh Bali terjadi hujan, baik saat pengibaran bendera maupun penurunan bendera.

Oleh karena itu tahun 2019 ini ia memutuskan untuk ‘ngayah’ di Bali agar dalam upacara bendera tidak turun hujan.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved