HUT Kemerdekaan RI

Napi Narkoba Senang Langsung Bebas Saat Terima Remisi HUT RI, Siti: Senang Sekali, Mbak

Sebanyak 94 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar menerima remisi umum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74

Napi Narkoba Senang Langsung Bebas Saat Terima Remisi HUT RI, Siti: Senang Sekali, Mbak
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Warga Binaan LP Perempuan Denpasar dan Lapas Kerobokan mendapatkan remisi pada HUT ke-74 Kemerdekaan RI, beberapa diantaranya langsung bebas, seperti Siti Safarianti, Sabtu (17/8/2019). 

"Kami harap memperbaiki diri dan bisa menjadi warga negara yang baik. Dan, warga binaan yang bebas dapat diterima di lingkangan masyarakat," ujarnya.

Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar per tanggal 17 Agustus 2019 dihuni 200 WBP dengan rincian 184 WNI dan 16 WNA. Lili menambahkan, Margriet Christina Megawe, napi pembunuh bocah Angeline  tidak menerima remisi.

"Tidaklah, Margriet divonis hukuman seumur hidup tidak mendapat remisi. Bisa mendapat remisi kalau hukumannya diubah," ujarnya.

Margriet Megawe mendekam di penjara sejak tahun 2015 dan saat ini berada di Wisma Fatmawati. "Dia sehat. Kegiatan sehari-harinya merajut dan dia paling senang ikut kegiatan keagamaan. Tetapi ya emosianya naik turun. Sensitif orangnya. Asal jangan diganggu duluan. Dan warga binaan yang lain ya sudah memahami itu," papar Lili.

Lapas Kerobokan

Rona kebahagian  terpancar dari wajah Irman Maulana (27) seusai mengikuti prosesi pemberian remisi umum HUT ke-74 RI di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Kerobokan, Sabtu (17/8).

Begitu prosesi selesai, pemuda asal Jakarta bergegas sembari menggendong tas menuju ruangan sipir. Dia melapor untuk terakhir kalinya sebelum tinggalkan Lapas.

Irman adalah satu dari 43 napi yang memperoleh remisi umum II pada perayaaan HUT RI tahun ini. Irman menjadi WBP Lapas Kerobokan karena tersangkut kasus narkoba.

Ia ditangkap saat hendak menonton konser di kawasan GWK Badung. Dia divonis penjara selama sembilan bulan oleh majelis hakim, sebagai pengguna yang melanggar Pasal 127 Undang-Undang Narkotik.

"Senang banget, bisa kembali lagi sama keluarga. Di sisi lain sedih juga ninggalin teman-teman di sini. Campur aduklah. Aku dapat potongan remisi satu bulan dan sudah menjalani masa penahanan selama delapan bulan," tuturnya.

Halaman
1234
Penulis: Noviana Windri
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved