Penuhi Undangan Jokowi ke Istana, Begini Reaksi Ni Luh Djelantik Disebut Masuk Bursa Menteri

Saat ditanya apakah dirinya siap jika nantinya diminta oleh Jokowi menjadi untuk masuk kabinet. Ia menegaskan siap.

Penuhi Undangan Jokowi ke Istana, Begini Reaksi Ni Luh Djelantik Disebut Masuk Bursa Menteri
Tribunnews.com
Politikus NasDem yang juga designer, Ni Luh Djelantik mengaku kaget dengan adanya kabar dirinya masuk dalam bursa kabinet Jokowi-Ma'ruf. 

Penuhi Undangan Jokowi ke Istana, Begini Reaksi Ni Luh Djelantik Disebut Masuk Bursa Menteri

TRIBUN-BALI.COM, BALI - Politikus NasDem yang juga designer, Ni Luh Djelantik mengaku kaget dengan adanya kabar dirinya masuk dalam bursa kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Ia mengaku, justru baru mengetahui kabar tersebut dari Tribun-Bali.com.

"Oh my God, aku gak tahu ya. Mbok malah baru tahu dari kamu (Tribun Bali-red)," katanya Minggu (18/8/2019).

Saat disinggung mengenai kedatangannya ke Istana Negara pada momen peringatan HUT ke-74 RI, Ia mengatakan hanya memenuhi undangan dari Presiden RI Joko Widodo.

"Itu cuma undangan upacara saja, tidak lebih," ungkapnya.

Telat Sajikan Sandwich, Nyawa Pelayan Ini Tak Bisa Diselamatkan Setelah Ditembak Pelanggannya

Peristiwa 18 Agustus, Respon Bung Hatta Soal Piagam Jakarta hingga Pelantikan Sang Dwi Tunggal

Oknum Guru Perdaya Siswi SMA, Korban Akui Lakukan Hal Ini Seusai Jam Belajar dan di Kosan

Saat ditanya apakah dirinya siap jika nantinya diminta oleh Jokowi menjadi untuk masuk kabinet. Ia menegaskan siap.

"Kalau sekarang ada berita yang mengatakan bahwa nama mbok disebut gitu kan, apapun tugas dari negara sepanjang mengikuti aturan konstitusi berjuang untuk masyarakat untuk menegakkan kebenaran dan berbanding lurus dengan apa yang mbok pegang ya mbok siap," katanya.

Mengenai posisi kementerian apa yang diinginkannya. Ni Luh Djelantik mengaku menyerahkan kepada Jokowi.

"Terserah Pak Presiden. Pengabdian mbok pada negeri, pada masyarakat Indonesia, pada masyarakat Bali dan kecintaan mbok pada bangsa ini bisa dan sudah mbok lakukan sejak lama, ada rekam jejaknya," ungkap dia.

Namun, ia mengaku tidak kecewa apabila nantinya tidak menjadi menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf. Menurutnya, ia akan tetap membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

Hanya saja, ia mengaku apabila berada di pemerintahan akan jauh lebih memiliki dampak besar bagi masyarakat Bali.

"Apapun itu perjuangan mbok akan tetap sama, tidak harus melalui kontestasi Pileg atau memegang jabatan di pemerintahan. Tapi memang jauh lebih besar dampaknya bagi masyarakat, bagi Bali jika mbok melakukannya dari dalam sistem," tukasnya. (*)

Penulis: Ragil Armando
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved