Puisi dan Esai

PUISI - Setelah Laut Ini

Puisi-puisi Faidi Rizal Alief berjudul Setelah Laut Ini dan Doa Pelabuhan. kuberdiri di tepi lautmu ini seperti kudengar rindu itu lagi

PUISI - Setelah Laut Ini
Tribun Bali/ Lugas Wicaksono
Foto ilustrasi dan tidak terkait artikel - Menyaksikan lumba-lumba di laut saat matahari terbit, di Pantai Sentral Lovina, Desa Kalibukbuk, Buleleng, Bali, Minggu (31/7/2016). PUISI - Setelah Laut Ini 

Puisi-puisi Faidi Rizal Alief

Setelah Laut Ini

Lum'atul Atira Alief

kuberdiri di tepi lautmu ini
seperti kudengar rindu itu lagi
lembut air mata adalah berlari
di jalan berlubang tanpa alas kaki

berakit-rakitlah kita lebih dulu
sebelum bunga itu tumbuh di batu
sampai damai berlayar menepis ombak
kujala harapan yang bergerak-gerak

sisa gerimis yang masih saja tumpah
membuat dadaku masih saja basah
tapi matahari terbit pelan-pelan
mengiringi kita dari atas sampan

kurakit patahan rindu dengan doa
menjadi bilah-bilah bentengnya dada
sambil melihat mereka tak berdaya
dilumat sendiri oleh badai dusta

hingga kita melampaui laut ini
menikmati banyak mimpi dalam sunyi
menuju pulau tenang tidak berduri
pulaumu sendiri setelah yang nyeri

doa ibu akan membentengi hati
puisiku akan berjaga di sini
tanamlah dengan tenang bibit kembangmu
hingga sepanjang tepi wangi terhidu

Bandungan, 2017

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved