Kekeringan Melanda 3 Dusun di Desa Buahan, BPBD Bangli Salurkan Air Bersih 15.000 Liter Hari Ini

BPBD Bangli hari ini rencananya akan mendistribusikan tiga tangki ke wilayah Desa Buahan, Kintamani, Bangli.

Kekeringan Melanda 3 Dusun di Desa Buahan, BPBD Bangli Salurkan Air Bersih 15.000 Liter Hari Ini
Tribun Bali
Ilustrasi kekeringan 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - BPBD Bangli hari ini rencananya akan mendistribusikan tiga tangki ke wilayah Desa Buahan, Kintamani, Bangli.

Tiga dusun tersebut mengalami kesulitan air bersih. Selama ini warga memanfaatkan air hujan maupun membeli dari tangki penyedia air.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa menjelaskan, tiga dusun yang mengalami kekurangan air bersih ada di Desa Buahan bagian atas berpenduduk sebanyak 325 KK.

Ia mengungkapkan, masalah kekeringan tak hanya terjadi di Desa Buahan, namun juga sejumlah desa di sekitarnya.

“Berdasarkan data tahun 2015, kesulitan air bersih utamanya terjadi di jalur Suter, Kintamani. Seperti Desa Suter, Desa Abang Songan, Desa Abang Batudinding, dan Desa Buahan. Meski demikian, di tahun ini baru pihak desa Buahan yang mengajukan,” katanya Minggu (18/8/2019).

Permintaan bantuan distribusi air, lantaran saat ini memasuki musim kering.

Sehingga berdampak pada suplai tangki yang biasa menjual air bersih bagi warga sekitar. ia mengaku belum mengentahui secara pasti, berapa jumlah kebutuhan air warga sekitar.

Untuk distribusi, pihaknya memanfaatkan tiga tangki air milik PDAM, Dinas Sosial, serta BPBD. Masing-masing tangki itu memiliki kapasitas 5.000 liter.

“Sesuai perencanaan dan perintah Pak Sekda, besok (hari ini) kami akan berangkat pukul 09.00 Wita. Karena medan yang terjal, apabila dengan total 15.000 liter belum mencukupi, paling tidak dalam sehari kami bisa mendistribusikan dua kali,” ujarnya.

Perbekel Desa Buahan, I Wayan Suardi mengaku memang meminta bantuan distribusi air bersih bagi masyarakat di tiga dusun wilayah Desa Buahan di antaranya Dusun Binyan, Dusun Tabih, dan Dusun Munduk Waru.

Ia menegaskan, bantuan air ini untuk kebutuhan sehari-hari. Sedangkan untuk pertaian dan ternak, Suardi mengatakan telah berhasil membuat sistem penarik air dari Danau Batur.

Selama ini belum ada saluran PDAM yang mendistribusikan air bersih ke tiga dusun tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat membeli air seharga Rp 250 ribu per tangki.

“Tergantung pemakaiannya. Kadang dengan 1 tangki bisa sampai sebulan. Ini disebabkan air danau sekarang sudah berhasil ditarik sejak 2019, sehingga pengeluaran untuk membeli air tidak seperti dulu," ujarnya.

"Kalau dulu dengan satu tangki itu bisa habis dalam waktu 10 hingga 14 hari, karena juga digunakan untuk menyiram tanaman dan minum ternak. Tahun ini kami baru saja mendapatkan program pamsimas untuk memenuhi kebutuhan air minum, sehingga diharapkan bisa lebih meringankan beban masyarakat,” sambung dia. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved