Susruta Ungkit Pendapatan Parkir, Tahun 2019 Capai Rp 4 Miliar, Dulu Hanya Rp 200 Juta

Jumlah Rp 200 juta dianggap sangat kecil jika dibandingkan dengan pendapatan tahun 2019 ini yang mencapai Rp 4 miliar

Susruta Ungkit Pendapatan Parkir, Tahun 2019 Capai Rp 4 Miliar, Dulu Hanya Rp 200 Juta
Tribun Bali/I Putu Supartika
(Foto tidak terkait berita) Penerapan e-parkir di Pasar Badung beberapa waktu lalu. Susruta Ungkit Pendapatan Parkir, Tahun 2019 Capai Rp 4 Miliar, Dulu Hanya Rp 200 Juta 

Susruta Ungkit Pendapatan Parkir, Tahun 2019 Capai Rp 4 Miliar, Dulu Hanya Rp 200 Juta

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Fraksi Demokrat Denpasar, AA Susruta Ngurah Putra kembali mengungkit pendapatan dari parkir di Denpasar yang dulu hanya Rp 200 juta.

Jumlah ini dianggap sangat kecil jika dibandingkan dengan pendapatan tahun 2019 ini yang mencapai Rp 4 miliar.

Jelang akhir tahun anggaran 2019 diketahui pendapatan daerah melalui pajak parkir mengalami peningkatan tajam. 

Hal ini diketahui dari sidang paripurna Pemandangan Umum dan Pendapatan Akhir atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kota Denpasar 2019 dari Fraksi Partai Demokrat.

Diketahui, pendapatan dari pajak parkir dari parkir pelataran sejak diberlakukan Perda Kota Denpasar No 7/2016 sejak tahun 2017 terus meningkat dari Rp 3,29 miliar di tahun 2017 menjadi Rp 4,82 miliar di tahun 2018.

 Sementara, di tahun-tahun sebelumnya, pendapatan pajak parkir dari parkir pelataran hanya berkisar di angka Rp 200-300 juta dengan sistem bagi hasil dari PD Parkir.

Ketua Fraksi Demokrat Denpasar, AA Susruta Ngurah Putra mengatakan, tentu hal ini perlu menjadi perhatian publik mengingat ternyata pendapatan parkir menjadi aset utama daerah. 

''Sederhanya, melalui pandangan ini kami ingin membuka mata masyarakat dan mulai bertanya kemana uang itu sebelum ada Perda Pajak Parkir ini,'' ungkitnya.

Ia melanjutkan, perda ini membutuhkan waktu yang lama sebelum disahkan di dewan sejak 2010 silam, sehingga baru selesai pada 2016 dan baru bisa diterapkan pada 2017. 

"Pungutan parkir di masyarakat masuk ke kas daerah Rp 7,5 miliar. Saya ingin membuka itu dari 2009 menguber perda pajak parkir yang sudah terealisasi 2018 kan Rp 4,8 miliar, artinya pendapatan parkir pelataran 2018 pelataran Rp 24 miliar ya kan. Parkir pelataran dengan parkir Rp 24 miliar pajak parkir kan 20 persen," ujarnya. 

Dengan melihat hal ini, pihaknya yakin bahwa Pemkot Denpasar melalui Badan Pendapatan Daerah harus mulai berani memasang target lebih pada tahun 2019.

Bahkan, kata dia, ke depan pada tanun 2019 ini telah disepakati target pendapatan dari parkir pelataran bisa tembus hingga Rp 7,5 miliar masuk ke kas Denpasar

''Kalau dari perda sampai Rp 7,5 miliar. Ya kalau dihitung berapa pendapatan parkir dari Denpasar? Berarti pungutan parkir di Kota Denpasar sekitar Rp 37,5  miliar,'' ungkapnya.

(*)

Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved