Warga Desa Ban Urunan Beli Air Bersih Rp 300 Ribu, 4 Kecamatan di Karangasem Kerap Kekeringan

Sebanyak 200 kepala keluarga (KK) warga Banjar Bonyoh, Desa Ban, Kecamatan Kubu terpaksa membeli air bersih seharga Rp 300 ribu per tangki

Warga Desa Ban Urunan Beli Air Bersih Rp 300 Ribu, 4 Kecamatan di Karangasem Kerap Kekeringan
Tribun Bali/Saiful Rohim
Seorang warga melihat stok air di tempat penampungan di Banjar Bonyoh, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Minggu (18/6/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Sebanyak 200 kepala keluarga (KK) warga Banjar Bonyoh, Desa Ban, Kecamatan Kubu terpaksa membeli air bersih seharga Rp 300 ribu per tangki.

Mereka membeli karena air bersih sejak pertengahan bulan lalu sulit untuk didapatkan.

Dari delapan kecamatan di Karangasem, daerah yang kesulitan mendapat air di musim kemarau yakni Kecamatan Kubu, Abang, Bebandem, danj Kecamatan Karangasem.

Kepala Dusun Bonyoh, I Nyoman Seken menjelaskan, warga membeli air bersih secara urunan per tangki.

"Kalau beli cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tiga sampai empat hari. Ini (kekeringan) rutin terjadi tiap tahun, terutama saat musim kemarau," ujar Nyoman Seken kepada Tribun Bali, Minggu (18/8/2019).

Kata dia, cadangan air hujan di cubang (tempat penampungan) umum habis. Masyarakat terpaksa membeli air dengan harga mahal.

Nyoman Seken mengatakan, untuk masyarakat miskin, mereka terpaksa minta di tetangga sekitar dua ember untuk dua hari.

"Jumlah penduduk di Bonyoh sekitar 600 KK. Sekitar 400 KK warga Bonyoh di bagian atas menggunakan sumber air dari Banjar Daya. Sekarang sumber airnya sudah kecil. Sedangkan warga Bonyoh bagian bawah kesulitan dapat air bersih," ungkap dia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, beberapa banjar di Desa Ban kesulitan meperoleh air bersih.

Kekeringan Melanda 3 Dusun di Desa Buahan, BPBD Bangli Salurkan Air Bersih 15.000 Liter Hari Ini

Mengingat lokasinya berada di atas ketinggian. Untuk daerah yang kesulitan dapat air bersih bisa memohon ke PMI, Dinas Sosial (Dinsos), dan BPBD Karangasem.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved