Ditjen Hubud dan FAA Amerika Serikat Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Penerbangan Sipil

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan memorandum of agreement (MoU) yang diwakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti

Ditjen Hubud dan FAA Amerika Serikat Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Penerbangan Sipil
Ditjen Hubud
Penandatanganan memorandum of agreement (MoU) yang diwakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti dengan Executive Director for International Affairs Christopher J Rocheleau di Kathmandu, Nepal. Ditjen Hubud dan FAA Amerika Serikat Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Penerbangan Sipil 

Ditjen Hubud dan FAA Amerika Serikat Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Penerbangan Sipil

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang mewakili Indonesia dan Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat sepakat meningkatkan kerja sama aspek pengawasan keselamatan penerbangan sipil antara kedua negara.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan memorandum of agreement (MoU) yang diwakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti dengan Executive Director for International Affairs Christopher J Rocheleau di Kathmandu, Nepal.

FAA merupakan lembaga regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat.

Badan ini bertanggungjawab sebagai regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti mengatakan, kesepakatan kerja sama dengan Amerika Serikat sangat penting dalam meningkatkan penerbangan sipil di Indonesia, khususnya pada sektor keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Kesepakatan ini sangat penting untuk Indonesia dan sejalan dengan tiga aspek prioritas yaitu keselamatan, keamanan dan pelayanan. No go item dalam operasional penerbangan,” imbuh Polana, Rabu (21/8/2019), melalui keterangan resminya.

Dalam memorandum of agreement yang ditandatangani, Polana mengatakan, FAA akan mengirimkan sebanyak 3 orang spesialis dalam bidang keselamatan dengan latar belakang kelaikudaraan, operasional dan keahlian lainnya.

Tim ahli yang dikirim memiliki kompetensi dalam menerapkan standar sesuai dengan Annex 1, 6 dan 8 dari ICAO.

Pengiriman tim ahli FAA ke Indonesia sudah dilakukan sejak 2017 dan berlanjut hingga 2020, dengan jangka waktu selama 2 minggu.

“Kami berharap kehadiran tim ahli FAA ke Indonesia, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh inspektur penerbangan untuk belajar, serta menambah wawasan dalam meningkatkan kinerja di bidang keselamatan penerbangan,” harap Polana.

(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved