Koster Setujui Sistem JBC Sebagai Cadangan Kelistrikan Bali

Gubernur Koster menegaskan bahwa dirinya tidak ada masalah dengan sistem JBC (Jawa-Bali Connection)

Koster Setujui Sistem JBC Sebagai Cadangan Kelistrikan Bali
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan pidato saat acara penandatanganan kerja sama penguatan sistem ketenagalistrikan dengan pemanfaatan energi bersih di Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (21/8/2019). Koster Setujui Sistem JBC Sebagai Cadangan Kelistrikan Bali 

Koster Setujui Sistem JBC Sebagai Cadangan Kelistrikan Bali

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah wacana mengenai pembangunan listrik interkoneksi Jawa-Bali atau Jawa-Bali Crossing (JBC) banyak ditolak oleh masyarakat, kini muncul wacana Jawa-Bali Connection (JBC).

Wacana mengenai JBC ini nampaknya diterima oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

Pada saat acara penandatanganan kerja sama penguatan sistem ketenagalistrikan dengan pemanfaatan energi bersih di Provinsi Bali, di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (21/8/2019), Gubernur Koster menegaskan bahwa dirinya tidak ada masalah dengan sistem JBC.

Dalam acara penandatanganan yang dilakukan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani, yang juga dihadiri Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan itu, Gubernur Koster memberikan catatan atas pembangunan JBC.

Dirinya mengakui menyetujui pembangunan JBC selama dilakukan sebagai upaya dalam mem-backup (sebagai cadangan) kelistrikan Bali apabila terjadi masalah dan harus menggunakan kabel di bawah laut.

"Penyediaan energi yang disuplai dari Pacitan yang akan dikembangkan sekarang ini untuk menambah lagi beberapa ratus megawatt, buat saya tidak ada masalah, tetapi itu difungsikan sebagai cadangan," tuturnya.

Dialokasikannya pembangkit dari Jawa itu sebagai cadangan, jelas Koster, karena saat ini Bali mempunyai cita-cita untuk menjadi daerah yang mandiri energi.

Oleh karena itu, pembangkit listrik yang di luar Bali itu agar difungsikan dua arah, yakni untuk menjadi cadangan Bali jika terjadi permasalahan.

Namun jika tidak ada masalah, hasil listrik dari pembangkit di luar Bali itu bisa dimanfaatkan ke daerah lain.

"Kami sudah sepakat dengan direksi PLN," tutur gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng itu.

(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved