KPPAD Bali Sayangkan Pelaku Prostitusi Anak di Bawah Umur Hanya Dituntut 7 Tahun

KPPAD Bali mengharapkan kepada hakim untuk bisa mempertimbangkan dan memberikan keadilan bagi anak anak korban

KPPAD Bali Sayangkan Pelaku Prostitusi Anak di Bawah Umur Hanya Dituntut 7 Tahun
Tribun Bali/Putu Candra
USAI SIDANG - Ni Komang Suci (49) dan Ni Wayan Aristiani alias Mami Wayan (51) usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (19/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali menyayangkan tuntutan jaksa terhadap pelaku prostutusi anak di bawah umur yakni Ni Komang Suci (49) dan Ni Wayan Aristiani alias Mami Wayan (51). 

Pada sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (19/8/2019) keduanya dituntut dalam berkas terpisah, dengan pidana masing-masing tujuh tahun penjara karena diduga sebagai muncikari bisnis prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur.

Menurut komisioner divisi hukum dan Advokasi KPPAD Bali, Ni Luh Gede Yastini, sejak kasus ini diperiksa di Polda Bali pihaknya melihat kasus ini merupakan perdagangan anak. 

Hal tersebut diyakininya karena ada proses perekrutan kemudian ada pemindahan anak dari daerah asalnya sampai di Denpasar, lalu ditampung dan dieksploitasi secara seksual. 

"Seharusnya dalam kasus ini jaksa bisa melihat hal itu dan menggunakan UU Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) dalam tuntutannya. Karena dengan penggunaan UU PTPPO hak hak anak sebagai korban termasuk kewajiban bagi pelaku membayarkan restitusi pada korban itu akan menjadi sebuah keharusan untuk dilakukan atas penderitaan korban anak anak yang telah ditimbulkan, " papar Yastini dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali pada Rabu (21/8/2019). 

Adapun JPU dalam persidangan di PN Denpasar menuntut kedua terdakwa dengan pasal 76 I jo Pasal 88 Undang-Undang RI No.35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam dakwaan ketiga.

"Menuntut pidana Ni Komang Sucitawati alias Bu Komang Suci dengan pidana penjara selama tujuh tahun penjara, dikurangi selama berada dalam tahanan sementara. Pidana denda Rp 100 juta, apabila tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan," tegas Jaksa Dewa Ayu Supriyani di hadapan majelis hakim pimpinan Made Purnami.

Tuntutan yang sama juga dijatuhkan ke terdakwa Ni Wayan Aristiani alias Mami Wayan.

Diwajibkan pula membayar restitusi sebesar Rp 144.192.000 kepada 4 korban anak ditanggung renteng oleh terdakwa Ni Komang Sucitawati bersama Ni Wayan Aristiani alias Mami Wayan.

Jika terdakwa tidak membayar, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk pembayaran restitusi.

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved