Nelayan Muda di Sanur Kini, Hanya 30 Persen Dari Semua Nelayan Yang Ada

Tak seperti dulu, kini nelayan muda yang tersisa hanya 30 persen saja dari semua jumlah nelayan yang ada.

Nelayan Muda di Sanur Kini, Hanya 30 Persen Dari Semua Nelayan Yang Ada
Tribun Bali / Putu Supartika
Jukung di Sanur 

 TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Ketua Persatuan Jukung Penambang Dewi Satayujanagandhi Sanur, I Wayan Jelantik mengatakan, nelayan yang berusia muda di Sanur, Denpasar jumlahnya kian menyusut.

Tak seperti dulu, kini nelayan muda yang tersisa hanya 30 persen saja dari semua jumlah nelayan yang ada.

"Ya sesuai dengan perubahan zaman, generasi muda sudah jarang ada yang mau berjemur seperti kami. Tapi masih ada 30 persen pemuda yang melaut, tapi lebih banyak sudah berumur," katanya, Rabu (21/8/2019).

Jelantik menambahkan, saat ini kebanyakan di Sanur adalah nelayan penghobi.

Tak seperti dahulu yang memang benar-benar menjadikan nelayan sebagai mata pencaharian.

"Sekarang nelayan di sini membentuk lima kelompok perusahaan kecil-kecilan. Dan kebanyakan sekarang jukung ini digunakan untuk wisata turis asing," katanya.

Ia menambahkan, di organisasi yang dipimpinnya kini ada sebanyak 170 jukung.

Rata-rata jukung ini akan mengangkut wisatawan sekali dalam sehari.

Disesuaikan dengan nomor antrean.

"Sistemnya itu menggunakan nomor antrean, sehingga harus bergilir," katanya.

Walaupun tak seperti tahun 1980-an, namun jumlah wisatawan yang tertarik untuk naik jukung bisa dibilang lumayan.

Jelantik tetap optimis jukung ini bisa tetap bertahan. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved