Penjelasan Menteri Yasonna Soal Kondisi Terkini di Lapas Sorong Papua

258 dari 547 narapidana yang berada di Lembaga Permasyarakatan Klas II B Sorong, melarikan diri saat lapas tersebut terbakar

Penjelasan Menteri Yasonna Soal Kondisi Terkini di Lapas Sorong Papua
Shutterstock
Ilustrasi - Penjelasan Menteri Yasonna Soal Kondisi Terkini di Lapas Sorong Papua 

Penjelasan Menteri Yasonna Soal Kondisi Terkini di Lapas Sorong Papua

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - 258 dari 547 narapidana yang berada di Lembaga Permasyarakatan Klas II B Sorong, melarikan diri saat lapas tersebut terbakar, Senin (19/8/2019) kemarin. Saat ini hanya 289 narapidana yang masih tinggal. 

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengatakan kronologis peristiwa di Lapas Klas II B Sorong berawal dari peristiwa unjuk rasa dari luar yang melempari batu dan lain-lain ke dalam lapas.

Hingga menyebabkan tahanan lapas bereaksi dengan mendobrak dan membakar lapas dari dalam, perkantoran pun habis terbakar dan 258 orang melarikan diri.

“Kami sudah koordinasi dengan Kapolda, Kapolri dan Panglima TNI untuk kerja sama dengan Pangdam menanggapi masalah ini. Kemarin Kakanwil sulit masuk ke dalam karena jalan tertutup, dan yang memprihatinkan kita adalah bahan makanan untuk narpidana sulit masuk ke dalam,” imbuh Menteri Yasonna, Rabu (21/8/2019), di Nusa Dua setelah mengisi acara Muktamar V PKB di Bali.

Menurutnya, bahan makanan tidak bisa masuk karena jalan masih tertutup dan toko-toko tutup, tetapi Kakanwil berusaha menanganinya.

"Air dan lampu mati, jadi sekarang sedang ditangani betul. Apalagi khusus soal makanan, makanan ini cukup serius. Jadi kita kerja sama dengan Polri agar bisa dibantu, bisa masuk ke lapas kalau tidak jadi sangat berbahaya sekali," tuturnya.

Bagaimana kondisi terkini? Menteri Yasonna mengatakan sudah ditangani, tapi khusus air dan listrik perlu dan sangat segera, Kanwil pun, kata Yasonna, terus melaporkan kondisi di sana.

Saat disinggung apa akan ada potensi merambat ke lapas lain pasca kejadian di Lapas Sorong

“Itu sudah ditangani Panglima TNI dan Kapolri, kita sudah minta bantuan. Belum, belum ini kita masih terus berkoordinasi (tahanan kabur apa sudah diamankan),” jawabnya.

(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved