Polda Bali Ungkap Kasus Mafia Tanah, Korban Rugi Rp 7 Miliar

Krimum Polda Bali berhasil menangkap mafia tanah yang merugikan korbannya Rp 7 miliar

Polda Bali Ungkap Kasus Mafia Tanah, Korban Rugi Rp 7 Miliar
Polda Bali
Krimum Polda Bali berhasil menangkap mafia tanah bernama Tugiman (70). Polda Bali Ungkap Kasus Mafia Tanah, Korban Rugi Rp 7 Miliar 

Polda Bali Ungkap Kasus Mafia Tanah, Korban Rugi Rp 7 Miliar

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Krimum Polda Bali berhasil menangkap mafia tanah bernama Tugiman (70).

Korban bernama Susilowati Go mengalami kerugian kisaran Rp 7 miliar saat membeli tanah melalui pelaku Tugiman.

Dirkrimum Polda Bali, Kombespol Andi Fairan menjelaskan kronologis kejadian, bermula pada Januari 2013, Tugiman (pelaku) membeli tanah pada notaris Ni Ketut Alit Astari sebesar Rp 3 miliar.

Tanah tersebut merupakan kompensasi atas pengurusan bersertifikat tanah, dan masih atas nama pemilik awal I Nyoman Rentug, Wayan Retas, Ketut Kasir dan I Made Rupit.

"Jadi pelaku membeli tanah di notaris tersebut dengan harga Rp 3 miliar, namun masih belum balik nama atas nama pelaku," ujarnya, Rabu (21/8/2019)

Kemudian pada April 2014, pelaku menjual tanah tersebut ke korban dengan harga Rp 7 miliar.

Rencana pembayarananya di notaris yang sama yakni Ni Ketut Alit Astari, serta proses balik nama.

"Setelah korban melakukan proses pembayaran, namun sampai saat ini proses balik nama masih belum diterima oleh korban," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved