34 Persen Keluarga Merasa Terbebani Urus Lansia, Begini Hasil Penelitian Prof LK Suryani

hasil dari penelitian tersebut yang lebih memprihatinkan adalah 34 persen dari keluarga yang diteliti merasa beban mengurus lanjut usia.

34 Persen Keluarga Merasa Terbebani Urus Lansia, Begini Hasil Penelitian Prof LK Suryani
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Ribuan Lansia menghadiri Agustus Ceria dan perayaan HUT Yayasan Wreda Sejahtera (YWS) Bali ke-31 di Wantilan Kantor DPRD Bali, Kamis (22/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ribuan orang Lanjut Usia (Lansia) dari seluruh Bali menghadiri Agustus Ceria dan perayaan HUT Yayasan Wreda Sejahtera (YWS) Bali ke-31 di Wantilan Kantor DPRD Bali, Kamis (22/8/2019).

Ketua YWS Bali, Prof LK Suryani dalam sambutannya mengatakan Lansia sekarang berbeda dengan Lansia 31 tahun yang lalu.

Sekarang semua Lansia tampak ngejreng memakai baju merah dan berani tampil beda.

Sedangkan dulu, 31 tahun yang lalu orang tua tidak berani memakai baju berwarna. Mereka mengatakan bahwa dirinya sudah tua.

Sehingga mereka umumnya memakai baju hitam atau abu-abu, dan jarang mau berhias karena merasa malu sudah tua.

Prof Suryani melanjutkan dirinya berinisiatif mendirikan Yayasan Wreda Sejahtera Bali  setelah meneliti orang lanjut usia di Kintamani, yang rentang usianya 60 sampai 80 tahun.

Saat dipublikasikan banyak yang tidak percaya bahwa ada orang Bali berumur sampai 85 tahun.

“Bayangannya orang Bali, dan Indonesia pada umumnya berusia 50 tahun sudah hebat,” kata Prof.Suryani.

Selanjutnya, hasil dari penelitian tersebut yang lebih memprihatinkan adalah 34 persen dari keluarga yang diteliti merasa beban mengurus lanjut usia.

“Ini menggelitik perasaan saya kenapa bisa seperti itu,” ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved