‘Generasi Rangda’ di Lodtunduh Ubud, Agus Permana: Berserah pada Ida Bhatara Sesuhunan

Agus Permana menuturkan, selama pentas dirinya berserah pada Ida Bhatara Sesuhunan, selalu menjernihkan pikiran, dan mengontrol emosi

‘Generasi Rangda’ di Lodtunduh Ubud, Agus Permana: Berserah pada Ida Bhatara Sesuhunan
Pande Putu Agus Permana
Pande Putu Agus Permana saat mementaskan tarian rangda dalam pertunjukan calonarang, belum lama ini. 

Mengingat potensi penari rangda yang dimiliki desanya, Agus Permana bersama sejumlah temannya, menyampaikan aspirasi kepada Jro Bendesa setempat, untuk menggunakan jasa mereka dalam setiap pementasan Ida Bhatara Sesuhunan.

Agus pun bersyukur, aspirasi tersebut disambut positif. Bahkan untuk upacara pawintenan atau penyucian para penari, diprakarsai langsung oleh desa adat.

“Awalnya hanya sekadar obrolan di warung kopi. Lalu kami beranikan usul ke bendesa, lalu disetujui,” ujarnya.

Agus mengatakan, meskipun Tari Rangda identik dengan magis, namun dirinya sama sekali tidak mau menyentuh hal-hal yang berbau magis.

Setiap pementasan, ia hanya berserah pada Ida Bhatara Sesuhunan.

“Saya tidak mempelajari ilmu hitam, apalagi membawa jimat. Karena itu justru akan mengundang hal-hal yang negatif. Selama pentas, saya hanya berserah pada Ida Bhatara Sesuhunan, selalu menjernihkan pikiran, dan mengontrol emosi,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved