Kementerian Gelontorkan Dana Rp 864 Juta Pemasangan Guardrail di Jalur Rawan Kecelakaan

Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng bakal memasang pagar pengaman jalan (guardrail) di sejumlah jalur rawan kecelakaan, mulai 2020 mendatang

Kementerian Gelontorkan Dana Rp 864 Juta Pemasangan Guardrail di Jalur Rawan Kecelakaan
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas Perhububgan Buleleng, Gede Gunawan AP. Kementerian Gelontorkan Dana Rp 864 Juta Pemasangan Guardrail di Jalur Rawan Kecelakaan 

Kementerian Gelontorkan Dana Rp 864 Juta Pemasangan Guardrail di Jalur Rawan Kecelakaan

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng bakal memasang pagar pengaman jalan (guardrail) di sejumlah jalur rawan kecelakaan, mulai 2020 mendatang.

Ini setelah Kementerian Perhubungan RI menggelontorkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 874 juta.

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gunawan AP ditemui Kamis (22/8/2019) mengatakan, total panjang guardrail yang akan dipasang mencapai 270 meter, dan terbagi menjadi tiga paket.

Guardrail itu akan dipasang di Jalur Tigawasa-Kaliasem Kecamatan Banjar, Desa Kedis, Kecamatan Busungbiu, dan Asah Gobleg Kecamatan Banjar.

"Kementerian mengatensi usulan kami. Akan direalisasikan 2020 mendatang. Harga satuan guardrail per meternya Rp 2 juta," ucapnya.

Selain memasang guardrail, dana ratusan juta itu juga digunakan untuk memasang 100 unit rambu-rambu lalu lintas di wilayah rawan terjadi kecelakaan, dan untuk mengganti rambu yang sudah rusak di wilayah Jalan Udayana dan Dewi Sartika.

Dinas Perhubungan Buleleng juga mendapatkan bantuan dari Kementerian Perhubungan RI, untuk melengkapi tiga alat kelengkapan uji KIR berupa alat uji emisi gas buang senilai Rp 450 juta, alat uji ketebalan asap gas buang senilai Rp 450 juta, dan alat uji daya tembus cahaya senilai Rp 70 juta.

Dengan perlengkapan uji KIR ini, Dishub Buleleng nantinya dapat dijadikan sebagai rujukan dari Dishub yang ada di kabupaten lain, terkait pelayanan uji KIR terhadap kendaraan bermotor.

"Teman-teman saat ini sudah dikursuskan untuk mengaplikasikan alat ini, karena alatnya digital dari Prancis. Jadi kendaraan masuk, platnya berapa, bayarnya berapa sudah langsung teregistrasi," tuturnya.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved