Kisah Seniman Asal Lodtunduh Ubud, Wayan Sanglah Tour ke 4 Negara Berkat Piawai Mainkan Rebab

Kecintaannya atas alat musik yang menjadi pemanis nada gambelan ini, telah membawanya ke empat negara.

Kisah Seniman Asal Lodtunduh Ubud, Wayan Sanglah Tour ke 4 Negara Berkat Piawai Mainkan Rebab
Tribun Bali/Eri Gunarta
I Wayan Sanglah memperbaiki rebab di rumahnya, Banjar biansemal, Desa Lodtunduh, Ubud, Rabu (21/8/2019). Rebab telah membawa Sanglah keliling empat negara. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - PRIA kelahiran 1966 ini, sudah menggeluti instrumen rebab sejak tahun 1985, tepatnya ketika masih duduk di bangku SMA Negeri 1 Gianyar.

I Wayan Sanglah namanya.

Kecintaannya atas alat musik yang menjadi pemanis nada gambelan ini, telah membawanya ke empat negara.

Mulai dari pentas di Amerika tahun 1991, Singapura sebanyak enam kali (1992-1994), Taiwan (1995), dan Jepang (1997).

Selain itu, Sanglah juga merupakan pemain rebab dalam setiap festival gong kebyar di Pesta Kesenian Bali (PKB) mewakili Kabupaten Gianyar, dari tahun 1985, 1986, 1987 dan terakhir 1996.

“Setelah saya kuliah di STSI (kini ISI Denpasar, red.), tak lagi mewakili sebagai pemain rebab PKB. Karena saat itu, kalau sudah sekolah di STSI, tidak boleh lagi ikut festival, karena dinilai sudah menguasai bidang kesenian,” ujarnya.

Saat itu, kesenian yang dipertunjukkan duta Gianyar, selalu menjadi peserta favorit dalam festival di PKB.

Sebagai seorang seniman rebab, Sanglah sangat ingin Bali memiliki banyak bibit muda pemain rebab.

Karena itu, ia pun tak segan mengajarkan masyarakat lokal tanpa dipungut bayaran. Namun dengan syarat, yang bersangkutan harus benar-benar ingin belajar.

Selain membuka pintu untuk masyarakat lokal, Sanglah juga menerima siswa dari luar negeri.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved