Sri Mulyani Ungkap Hasil Audit BPJS Kesehatan, Banyak Perusahaan Curang Untuk Memangkas Iuran

Selama ini, perusahaan-perusahaan tersebut berusaha untuk mengakali iuran BPJS Kesehatan yang menjadi kewajiban mereka.

Sri Mulyani Ungkap Hasil Audit BPJS Kesehatan, Banyak Perusahaan Curang Untuk Memangkas Iuran
Kolase
Kartu BPJS Kesehatan 

TRIBUN-BALI.COM - Mengenai masalah defisit keuangan yang dialami BPJS Kesehatan, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapan banyaknya perusahaan yang berbuat curang.

Selama ini, perusahaan-perusahaan tersebut berusaha untuk mengakali iuran BPJS Kesehatan yang menjadi kewajiban mereka.

Hal tersebut disampaikan mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

"Ada yang sudah mendaftar tetapi jumlah karyawannya dikurang-kurangin," ujarnya.

"Jadi misalnya jumlah karyawan 100 jadi lebih kecil dari 100 supaya tadi iuran mereka jadi lebih sedikit," sambung Sri Mulyani.

Selain itu, pada juga perusahaan yang sudah terdaftar di BPJS Kesehatan namun melaporkan gaji karyawannya lebih kecil dari yang dibayarkan.

Tujuannya sama, yakni untuk mengurangi beban perusahaan di dalam membayarkan kewajiban baik dari sisi badan usahanya maupun pegawainya.

Seperti diketahui, peserta BPJS Kesehatan yang merupakan karyawan perusahaan swasta harus membayar 5 persen dari gaji pokok untuk iuran.

Namun demikian, tidak semua iuran ditanggung oleh karyawan sebab 4 persennya dibayarkan oleh perusahaan dan sisanya 1 persen dibayar karyawan.

Hal inilah yang membuat perusahaan mencari cara mengakali iuran sehingga uang yang dibayarkan ke BPJS Kesehatan lebih kecil.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved