Tokoh Papua George Auparay: Permintaan Maaf Tak Cukup Obati Rasa Sakit yang Dirasakan Rakyat Papua

Tokoh Papua George Auparay: Permintaan Maaf Tak Cukup Obati Rasa Sakit yang Dirasakan Rakyat Papua

Tokoh Papua George Auparay: Permintaan Maaf Tak Cukup Obati Rasa Sakit yang Dirasakan Rakyat Papua
(KONTRIBUTOR KOMPAS TV/ BUDY SETIAWAN)
Aksi blokade jalan oleh masyarakat Papua di Manokwari, terhadap tindakan rasisme yang terjadi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengundang para tokoh dari Papua dan Papua Barat.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka menyikapi kerusuhan yang diduga akibat adanya rasisme kepada mahasiswa asal Papua di asrama, Surabaya, Jawa Timur.

"Minggu depan saya juga akan mengundang para tokoh dari Papua dan Papua Barat baik tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama ke Istana," ujar Jokowi di Istana Bogor, Kamis (22/8/2019).

Menurut Jokowi, pertemuan nantinya akan membahas persoalan-persoalan dan upaya pemerintah dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di Bumi Cendrawasih.

"Bicara masalah percepatan kesejahteraan di atanah Papua," ujar Jokowi.

Jokowi tidak menjawab apakah dirinya akan berkunjung ke Papua dalam waktu dekat, mengingat jajarannya sudah ke lokasi.

"Tadi Kapolri dengan Panglima TNI dan juga Menko Polhukam juga di Papua sudah menyampaikan," ucap Jokowi.

Berharap tak terulang

Tokoh agama Kabupaten Manokwari Pdt Johanes Mamoribo berharap kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat, khususnya Kabupaten Manokwari tak terulang lagi.

"Kejadian kemarin kami sangat sesalkan dan berharap ke depan tak pernah terulang lagi," kata Johanes usai bertemu Menkopolhukam, Panglima TNI, dan Kapolri, di Swiss-Belhotel, Manokwari, Kamis (22/8/2019).

Halaman
1234
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved