Angka Putus Sekolah di Karangasem Meningkat Tiap Tahun

Kasus putus sekolah di Karangasem mengalami peningkatan setiap tahun. Per Mei 2019, kasus putus sekolah mencapai 189 orang

Angka Putus Sekolah di Karangasem Meningkat Tiap Tahun
Tribun Bali/Saiful Rohim
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrga (Disdikpora) Karangasem, Gusti Ngurah Kartika. Angka Putus Sekolah di Karangasem Meningkat Tiap Tahun 

Angka Putus Sekolah di Karangasem Meningkat Tiap Tahun

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Kasus putus sekolah di Karangasem mengalami peningkatan setiap tahun. Per Mei 2019, kasus putus sekolah mencapai 189 orang.

Siswa SD sekitar 84 orang, sedangkaan SMP sebanyak 105 orang.  Jumlah ini naik 26 dari tahun 2018.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, Gusti Ngurah Kartika menjelaskan, kasus putus sekolah di Karangasem kebanyakan terjadi di daerah pegunungan. Seperti di Kecamatan Kubu, Abang, Selat, Bebandem, Rendang dan Selat.

"Setiap tahun pasti ada kasus putus sekolah. Paling banyak saat tahun 2017. Saat itu dikarenakan erupsi. Tahun 2018 lalu warga masih trauma, sehingga angka putus sekolah masih tinggi. Sekarang akan kita tekan," janji I Gusti Ngurah Kartika, Jumat (23/8/2019).

Pihaknya menduga, tingginya angka putus sekolah di Bumi Lahar disebabkan kondisi geografis daerah, seperti jalan terjal serta menanjak.

Parahnya, kondisi tersebut ditempuh dengan berjalan kaki. Kurangnya infrastruktur juga menjadi penyebab utama banyak siswa putus sekolah.

Untuk diketahui, hampir sebagian jalan di daerah pegunungan kondisinya belum mengunakan hotmik, masih bertanah dan berdebu.

Ketika hujan jalanan menjadi becek, dan saat panas jalanan akan berdebu. Seperti di Desa Ban, Batudawa, Tianyar Barat, serta Tianyar Timur.

Ditambahkan, masalah ekonomi juga menjadi pemicu tingginya angka putus sekolah.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved