Apresiasi Perupa Muda Indonesia, Pameran Seni Rupa Karya Generasi Z di Bentara Budaya Bali

Program ini memberikan kesempatan dan membidik Generasi Z berusia 15 – 25 tahun Indonesia sebagai ‘cikal bakal’ perupa masa depan

Apresiasi Perupa Muda Indonesia, Pameran Seni Rupa Karya Generasi Z di Bentara Budaya Bali
Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Karya I Putu Nana Partha Wijaya - Apresiasi Perupa Muda Indonesia, Pameran Seni Rupa Karya Generasi Z di Bentara Budaya Bali 

Apresiasi Perupa Muda Indonesia, Pameran Seni Rupa Karya Generasi Z di Bentara Budaya Bali

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Apresiasi Perupa Muda Indonesia adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bekerjasama dengan Bentara Budaya Bali.

Program ini memberikan kesempatan dan membidik Generasi Z berusia 15 – 25 tahun Indonesia sebagai ‘cikal bakal’ perupa masa depan, untuk ikut
berkontribusi bagi Indonesia melalui perwujudan gagasan, saran, kritik, dan ekspresi dalam bentuk karya seni rupa.

Pameran ini dilaksanakan pada tanggal 23 – 30 Agustus 2019 di Bentara Budaya Bali.

Mengusung tema Utusan Sosial: KILAT DARURAT! Pameran ini menempatkan generasi muda Indonesia sebagai pembawa pesan yang kritis, konstruktif, kreatif dan positif.

Direktur Kesenian Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Restu Gunawan, menyatakan bahwa karya seni rupa, para Generasi Z diharapkan mampu meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjunjung tinggi solidaritas serta toleransi dan penghormatan pada keberagaman.

Selain itu kegiatan ini sebagai upaya pengembangan bakat dan minat sekaligus menumbuhkan atmosfer yang produktif bagi pergaulan kreatif yang sehat dan inovatif.

Susiyanti selaku Kepala Subdirektorat Seni Rupa Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyampaikan bahwa pameran ini melibatkan 50 perupa muda terpilih yang lolos seleksi dari total 267 pendaftar melalui Open Call.

“Bukan hanya dari pusat-pusat kesenian seperti Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Bali, melainkan juga dari seluruh Indonesia, semisal Aceh Singkil, Lampung, Bengkulu, Medan, Palembang, Pariaman, Payakumbuh, Surakarta, Jombang, Banten, Gresik, Makassar, Gorontalo, Balikpapan, Pontianak, Tuban, Sulawesi Tengah, Salatiga, Pemalang, Ngawi, Pasuruan, Sidoarjo, Klaten, Cilacap, Lamongan, Jepara, Muara Enim, Rembang,
Pati, Sragen, Palu, Pamekasan, Kampar, dan lain-lain” jelasnya.

Menurut catatan Dewan Kurator, Darurat Sosial yang dikritisi oleh para perupa muda ini merujuk pada situasi masa kini yang ditandai adanya eskalasi konflik sebagai akibat hadirnya media internet, di mana ruang pribadi dan ruang publik seakan tak lagi berbatas dipenuhi limbah komunikasi medsos yang penuh ujaran kebencian, hoax dan cyberbullying serta pelanggaran privasi lainnya.

Karya para perupa ini tidak semata menyoal berbagai hal yang terkait dampak negatif digitalisasi atau kemajuan teknologi informasi yang niscaya tak sepenuhnya membawa berkah atau kebaikan, melainkan tak sedikit dari mereka yang meraih kesadaran bahwa generasi muda dapat berperan sebagai pembawa pesan yang kritis, konstruktif, kreatif, dan positif.

Peran pembawa pesan ini mengemuka baik secara simbolis maupun harfiah dengan siratan pesan perihal pentingnya menyadari bahwa masyarakat Indonesia adalah majemuk atau pluralis.

Keberagaman akar leluhur dan budaya menjadi kekayaan memori kultural yang terbukti berbeda pula.

Selain Pameran yang dilaksanakan di Bentara Budaya Bali, agenda lain yang menjadi rangkaian dari kegiatan Apresiasi Perupa Muda adalah berupa Wisata Budaya ke ke House of Mask & Puppet, Museum ARMA, Museum Neka, kunjungan ke studio seni perupa sohor Made Djirna, serta terakhir Diskusi Seni Rupa di Bentara Budaya Bali yang akan dilaksanakan pada tangal 24 Agustus 2019.

(*)

Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved