Ketut Mongoh Ditemukan Tewas, Ini Peristiwa yang Terjadi Sebelumnya

Musik baleganjur tersebut dimainkan di pinggir aliran sungai yang berada belakang rumah korban.

Ketut Mongoh Ditemukan Tewas, Ini Peristiwa yang Terjadi Sebelumnya
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Suasana rumah Pekak Ketut Mongoh seusai dievakuasi di Sungai Sayan, Ubud, Gianyar, Bali, Jumat (23/8/2019) petang 

Ketut Mongoh Ditemukan Tewas, Ini Peristiwa yang Terjadi Sebelumnya

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Seorang petani, I Ketut Mongoh (71) ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali, Jumat (23/8/2019) petang.

Pria asal Banjar Lungsiakan, Desa Kedewatan, Ubud ini, diduga tewas karena terbentur benda keras saat terperosok ke sungai.

Sebelum ditemukan tewas, Pekak Mongoh sempat dilaporkan hilang ke Polsek Ubud, Kamis (22/8/2019).

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Pekak Mongoh meninggalkan rumahnya, Kamis (22/8/2019) pukul 03.00 Wita.

Namun dia tidak kembali ke rumah pukul 12.00 Wita.

Pihak keluarga saat itu khawatir, lantaran biasanya jam segitu Pekak Mongoh sudah berada di rumah.

Saat itu, pihak keluarga bersama warga mencari korban ke beberapa tempat.

Bahkan mereka juga sampai memainkan gamelan baleganjur.

Keterlibatan alat musik gamelan tradisional Bali ini, merupakan sebuah tradisi umat Hindu di Bali ketika ada warga yang dihilang, diduga disembunyikan wong samar (makhluk halus, Red).

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved