Minta Hentikan Diskriminasi, Ikatan Mahasiswa Papua Gelar Aksi Damai di Renon

Sekitar 60 orang dari Ikatan Mahasiswa, Pelajar, dan Rakyat Papua (IMMAPA) Bali menggelar aksi damai bundaran Renon, Denpasar, Kamis (22/8).

Minta Hentikan Diskriminasi, Ikatan Mahasiswa Papua Gelar Aksi Damai di Renon
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Sekitar 60 orang dari Ikatan Mahasiswa, Pelajar, dan Rakyat Papua (IMMAPA) Bali menggelar aksi damai bundaran Renon, Denpasar, Kamis (22/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekitar 60 orang dari Ikatan Mahasiswa, Pelajar, dan Rakyat Papua (IMMAPA) Bali menggelar aksi damai bundaran Renon, Denpasar, Kamis (22/8).

Mereka menolak dengan perkataan rasis yang terjadi di Surabaya dan Malang, 15 Agustus lalu.

Juru bicara aksi, Jeeno Dogomo mengatakan, ada tiga tuntutan yang disampaikan dalam aksi ini.

"Kami minta hentikan diskriminasi dan kata-kata rasis terhadap mahasiswa dan masyarakat Papua," katanya.

Tuntutan kedua, mereka meminta pengusutan secara tuntas dan mengadili pelaku yang mengeluarkan kata-kata rasis dan tindakan represif yang berlebihan di Surabaya dan Malang.

Tuntutan ketiga, mereka meminta agara West Papua bebas menentukan nasib sendiri.

Mereka menganggap telah terjadi banyak kasus diskriminasi dan pelanggaran HAM terhadap Papua.

Hal ini terjadi sejak Papua dianeksasi ke dalam NKRI tahun 1963.

Perwakilan LBH Bali yang mendampingi mereka, Candra Dewi mengatakan, tuntutan mereka bukan hanya soal ekonomi, namun juga masalah sosial. Mereka juga punya hak untuk berdemokrasi.

"Kami memberikan pendampingan hukum bagi mereka. Karena LBH rumah bagi siapapun," katanya. (*) 

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved