Petani di Nusa Penida Ini Luka Saat 'Ngarit' Hingga Uratnya Putus Tapi BPJS Tak Tanggung Obatnya

Ia mengeluh karena bibinya yang menjalani operasi penyambungan urat, tidak mendapatkan tanggungan BPJS Kesehatan.

Petani di Nusa Penida Ini Luka Saat 'Ngarit' Hingga Uratnya Putus Tapi BPJS Tak Tanggung Obatnya
Istimewa
BPJS Kesehatan. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Warga asal Nusa Penida, I Made Gandra mempertanyakan perihal regulasi di BPJS Kesehatan.

Ia mengeluh karena bibinya yang menjalani operasi penyambungan urat, tidak mendapatkan tanggungan BPJS Kesehatan.

Hal ini pun sempat ia posting di media sosial facebook, dan meminta penjelasan ke BPJS maupun Dinas Kesehatan terkait permasalahan tersebut.

Made Gandra dalam postinganya menjelaskan, bibinya Nyoman Nisi asak Dusun Karang Dawa, Desa Bunga Mekar sedang mencari pakan ternak, Senin (12/8/2019) lalu.

Namun ketika itu, tiba-tiba jari manisnya tersayat sabit.

Karena lukanya cukup parah, Nyoman Nisi lalu dilarikan ke Puskesmas Nusa Penida III.

Dari hasil pemeriksaan, urat pada jari manis Nyoman Nisi putus sehingga harus dirujuk ke RSUD Klungkung.

Nyoman Nisi pun harus menjalani operasi penyambungan urat, akibat luka yang dialaminya.

Hanya saja, pihak RSUD Klungkung mengatakan jika Nyoman Nisi tidak ditanggung BPJS.

Alasnya karena Nyoman Nisi mengalami luka saat bekerja.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved