Sudikerta Diduga Terima Aliran Dana Hasil Jual Beli Tanah Pelaba Pura Jurit

I Ketut Sudikerta diduga menerima aliran dana Rp 40 miliar dari hasil jual beli tanah Pelaba Pura Jurit ke pihak investor asing

Sudikerta Diduga Terima Aliran Dana Hasil Jual Beli Tanah Pelaba Pura Jurit
Tribun Bali/Rizal Fanany
MOBIL TAHANAN - I Ketut Sudikerta memasuki mobil tahanan usai menjalani proses pelimpahan tahap ll di Kejaksaan Negeri Denpasar, Rabu (31/7/2019). Sudikerta Diduga Terima Aliran Dana Hasil Jual Beli Tanah Pelaba Pura Jurit 

Sudikerta Diduga Terima Aliran Dana Hasil Jual Beli Tanah Pelaba Pura Jurit

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - I Ketut Sudikerta yang kini tengah mendekam di Lapas Kerobokan, diduga menerima aliran dana Rp 40 miliar dari hasil jual beli tanah Pelaba Pura Jurit ke pihak investor asing melalui PT Manor Tirta Puncak. 

Kuasa Hukum PT Dreamland, Munarief mengatakan setelah kasus ini dilaporkan, terlapor Boy Syam selaku Direksi PT Manor Tirta Puncak mengaku ke penyidik Polda Bali, bahwa tanah dan bangunan berlokasi di Pecatu Kuta Selatan, Badung dibeli dengan harga Rp 80 miliar.

Sedangkan dari hasil jual beli tanah dan bangunan milik PT Dreamland Bali yang masih sengketa, I Ketut Sudikerta diduga menerima aliran dana sebesar Rp 40 miliar.

Selain Sudikerta tersangkut kasus pidana dalam laporan Alim Markus PT Maspion Grup, sejumlah nama lain diduga ikut menikmati hasil jual beli tersebut.

“Informasi yang kami dapat, dari penjualan tanah dan bangunan milik PT Dreamland Bali yang masih bersengketa tersebut, diduga kuat Ketut Sudikerta menerima Rp 40 miliar. Ada nama lain diduga ikut menikmatinya, seperti NA Rp 4 miliar, ND Rp 6,5 miliar, WT Rp 4,1 Miliar, Notaris Rp 24 Miliar,” ungkap Munarief, Jumat (23/8/2019).

Menurut Munarief, sangat janggal dan aneh bila Sudikerta mendapatkan bagian paling banyak.

Padahal ia bukan sebagai pemilik tanah, malahan pemilik tanah mendapatkan bagian paling sedikit.

“Kami akan terus mengikuti kasus ini. Kami berharap Polda Bali segera menindaklanjuti laporan tersebut. Pembuktian perkara ini sangat mudah, dan akan mengungkap kasus tindak pidana yang lainnya, seperti kasus penggelapan pajak, money laundry dan lain sebagainya,” tambahnya.

Halaman
123
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved