Ungkap Pembantaian di Kapal KM Mina Sejati, Rinto Sebut Nasib 20 ABK Belum Diketahui

Tragedi berdarah di atas kapal KM Mina Sejati di perairan Aru, Maluku masih menjadi misteri.

Ungkap Pembantaian di Kapal KM Mina Sejati, Rinto Sebut Nasib 20 ABK Belum Diketahui
KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY
Sebanyak 35 Anak Buah Kapal (ABK) KM Gemilang Samudera dibawa ke Kantor Polres Kepulauan Aru, Maluku untuk dimintai keterangan soal insiden pembunuhan di atas KM Mina Sejati, Kamis (22/8/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, AMBON - Tragedi berdarah di atas kapal KM Mina Sejati di perairan Aru, Maluku masih menjadi misteri. 

Hingga saat ini dilaporkan 20 anak buah kapal (ABK) KM Mina Sejati nasibnya masih belum diketahui pasca-pembantaian pada 16 Agustus 2019 lalu, di perairan Aru, Maluku. 

Melansir dari Kompas.com, pengelola KM Mina Sejati, Rinto sebagaimana dikutip Antaranews.com mengatakan, pihaknya baru terima informasi kejadian itu pada 17 Agustus 2019, atau sehari setelah pembantaian.

Informasi itu didapat dari kapten kapal bahwa KM Mina Sejati dibajak dan dibawa orang ke arah barat.

Nasib 20 ABK belum diketahui, namun lima lainnya dipastikan tewas. Sementara nakhoda kapal, Awi dikatakan selamat dari pembantaian.

Peristiwa bermula saat nakhoda kapal Awi mendengar suara keributan di ruang ABK di palka bawah.

Saat dicek, di ruang terjadi pembantaian ABK. Awi dan beberapa ABK lainnya selamat setelah mereka melompat ke laut.

Rinto yang mendengar kabar itu mengaku bingung harus menghubungi siapa.

Saat kalut tersebut, tiba-tiba ia menerima panggilan telepon dari nomor asing yang memberitahukan ada pembajakan kapal.

Belakangan diketahui, orang yang menghubungi Rinto adalah Along, nakhoda KM Gemilang Samudra. Along mengawasi KM Mina Sejati dari jarak tertentu.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved