Alih Fungsi Lahan Pertanian di Buleleng Capai 168 Hektare, Sawah Berubah Jadi Perumahan dan Tegalan

Data dari Dinas Pertanian Buleleng, dalam kurun waktu dua tahun yakni 2017-2018, luas lahan pertanian yang mengalami alih fungsi mencapai 168 hektare

Alih Fungsi Lahan Pertanian di Buleleng Capai 168 Hektare, Sawah Berubah Jadi Perumahan dan Tegalan
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Made Sumiarta. Alih Fungsi Lahan Pertanian di Buleleng Capai 168 Hektare, Sawah Berubah Jadi Perumahan dan Tegalan 

Alih Fungsi Lahan Pertanian di Buleleng Capai 168 Hektare, Sawah Berubah Jadi Perumahan dan Tegalan

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Setiap tahun, lahan pertanian di Kabupaten Buleleng mengalami alih fungsi, sekitar 1,54 persen.

Data dari Dinas Pertanian Buleleng, dalam kurun waktu dua tahun yakni 2017-2018, luas lahan pertanian yang mengalami alih fungsi mencapai 168 hektare.

Ratusan hektare lahan pertanian itu berubah menjadi perumahan serta beralih komoditi dari persawahan menjadi tegalan.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Made Sumiarta ditemui Jumat (23/8/2019), menyebutkan, berdasarkan hasil survei dari PBN, luas lahan pertanian di Buleleng saat ini 9.497 hektare.

Alih fungsi lahan pun kerap terjadi seiring dengan jumlah penduduk yang meningkat.

Untuk itu, sebut Sumiarta, pihaknya akan menjalankan program Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dari pemerintah pusat untuk menekan alih fungsi lahan.

Di mana seluas 6.333 hektare lahan pertanian ditargetkan menjadi lahan yang dilindungi.

Sementara sisanya, akan digunakan sebagai cadangan.

"Kalau misalnya mendesak, kami masih punya cadangannya. Lahan itu kan milik petani, kami juga tidak bisa untuk melarang mereka menjual lahannya. Oleh karena itu minimal masih ada cadangannya," terangnya.

Meski mengalami alih fungsi, Sumiarta mengaku produksi beras di Buleleng hingga saat ini masih surplus.

Sebab produktivitas saat ini sudah ditingkatkan. Di mana para petani dapat melakukan panen sebanyak tiga hingga empat kali, dalam satu kali musim tanam.

"Produksi padi satu hektare itu rata-rata sampai 60 ton," tutur Sumiarta.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved