170 Hektare Lahan di Buleleng Kekeringan, Kadis Pertanian: Tersebar di 16 Subak

Musim kemarau berkepanjangan menyebabkan 170.45 hektare lahan yang tersebar di enam kecamatan yang ada di Buleleng mengalami kekeringan.

170 Hektare Lahan di Buleleng Kekeringan, Kadis Pertanian: Tersebar di 16 Subak
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ilustrasi cuaca terik 

170 Hektare Lahan di Buleleng Kekeringan, Kadis Pertanian: Tersebar di 16 Subak

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Musim kemarau berkepanjangan menyebabkan 170.45 hektare lahan yang tersebar di enam kecamatan yang ada di Buleleng mengalami kekeringan.

Menurut BMKG, musim kemarau ini pun diprediksi akan terjadi hingga Oktober mendatang.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Made Sumiarta, Minggu (25/8/2019) mengatakan, berdasarkan data per 13 Agustus kekeringan tersebar di kecamatan Sawan sebanyak 16 subak.

Kecamatan Buleleng 11 subak Kecamatan Sukasada 1 subak, Kecamatan Seririt 5 subak, Kecamatan Busungbiu 1 subak, dan Kecamatan Banjar 2 Subak.

Nyoman M Niat Lempar Burung Pakai Kayu Justru Berurusan dengan Polisi, Ternyata Dilaporkan

Tawuran di Abiansemal, Dua Remaja 15 Tahun Tega Bacok Lawannya Hingga Tewas dan Kritis

Cekcok di Kafe Berujung Tawuran Berdarah Tewaskan 1 Remaja, Begini Kronologi Kapolsek Abiansemal

Tingkat kekeringan pun terbagi menjadi empat kategori. Yakni kategori ringan seluas 93.45 hektar, sedang 26 hektare, berat 6.4 hektar, dan puso mencapai 44.60 hektar.

Khusus kategori puso sebut Sumiarta, paling banyak terjadi di Kecamatan Buleleng, dengan luas mencapai 35 hektare. "Puso ini artinya sudah tidak bisa berproduksi lagi," ucapnya.

Setiap hektare, kata Sumiarta, mampu memproduksi gabah kering sekitar 6 hingga 8 ton.

Maka bila dikalkulasikan, kerugian yang dialami akibat kekeringan ini mencapai Rp 5-6 juta per hektarenya.

Untuk meminimalisir kerugian, Dinas Pertanian telah mengimbau kepada para petani agar tidak hanya fokus untuk menanam padi, melainkan juga dapat beralih komoditas seperti kacang ijo.

"Kebanyakan petani, kalau ada air sedikit sudah coba-coba tanam padi. Padahal sudah diimbau petugas kami di lapangan untuk tidak menanam padi. Tidak bisa dipaksakan juga, karena keuntungan dari menanam padi ini lumayan juga. Kendati demikian, saat ini tidak ada pengaruh terhadap pasokan beras," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved