Denpasar Kekurangan 1.500 Guru SD dan SMP, Tahun 2021 Akan Banyak yang Pensiun

Tahun 2019, Kota Denpasar kekurangan jumlah guru PNS (Pegawai Negeri Sipil) hingga sebanyak 1.500-an orang pada jenjang SD dan SMP.

Denpasar Kekurangan 1.500 Guru SD dan SMP, Tahun 2021 Akan Banyak yang Pensiun
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Tahun 2019, Kota Denpasar kekurangan jumlah guru PNS (Pegawai Negeri Sipil) hingga sebanyak 1.500-an orang pada jenjang SD dan SMP.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, saat ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar hanya mengandalkan guru kontrak.

Agar guru kontrak itu berubah status, untuk formasi CPNS dan P3K (Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja) tahun 2019 ini, Disdikpora mengajukan sebanyak 1.500-an orang.

Pengajuan melalui melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Denpasar. 

“Sudah diajukan. Kami mengajukan formasi untuk kekurangan sebanyak 1.500 itu. Kami coba usulkan semua formasi tenaga kontrak yang sudah memenuhi syarat untuk diangkat sebagai P3K,” kata Kepala Disdikpora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan, saat dihubungi Sabtu (24/8).

Gunawan mengakui, jika mengikuti mekanisme, sebetulnya tidak bisa tenaga kontrak diusulkan jadi P3K.

Namun, pihaknya tetap mencoba mengusulkan tenaga kontrak tersebut untuk diangkat sebagai P3K.

“Walaupun mekanismenya tidak bisa seperti itu, tapi kita tetap coba usulkan. Kekurangan itu juga karena ada yang akan pensiun,” katanya.

Menurutnya, tahun 2021 mendatang, akan ada banyak guru yang pensiun.

Akan tetapi, Gunawan mengatakan kekurangan guru PNS ini tidak mengganggu proses belajar-mengajar dikarenakan pihaknya sudah mengandalkan guru kontrak.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved