Puisi dan Esai

PUISI - Bila Hujan Sirna

Herry Lamongan pads tahun 1989 dinobatkan sebagai penulis puisi terbaik bersama sembilan penyair lain oleh Sanggar Minum Kopi Denpasar

PUISI - Bila Hujan Sirna
net/ilustrasi
Ilustrasi hujan - PUISI - Bila Hujan Sirna 

Puisi-puisi Herry Lamongan

Bila Hujan Sirna

bila hujan sirna sebab musim kemarau
atau tertahan kanopi halaman
rinduku kepada air
begini lengkap berdesakan depan jendela
depan pintu depan rumah
bagai salaman luasan dinding
lambai tanganmu menulis danau

dendang siapa halus menyapa rindu
dari sungai asat
dari nada kering kemarau?
risau diam pohonan
dan alun daun-daun akasia
serempak benar menidurkan pagi
aku cuma igau tiada sajak

engkau mungkin gelombang laut
tak sepenuh kasih
membopong kabut ke angkasa
sampai mendung terjaga siang hari
aku baca wingit langit
lewat genting pecah dan wirit tikar pandan

hikmah sepasang musim
bagai sumur tanpa dasar
mata air berkuntum-kuntum terbit
pada peradaban yang selesai.
dalam rindu kucatat jernih gerimis
membasuh usia

2018

Jejak Tanganmu

jalan menikung turun naik sejauh deret kampung
dirundung belukar fauna, setelah alun Celine Dion
merdu menyeka itu arena. tapi mengapa
lembut erat genggammu kemarin
tak terhapus safari sepanjang minggu,
tak luntur terhembus angin gunung seharian?

terasa hangat itu tilas jemari
awet membelit telapak tanganku
meski gerimis kerap tumpah pada taman
yang mulai hambar ditinggal pengunjung satu-satu, dan
gurit awan kian dalam mengiris bumi

Halaman
123
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved