Sanur Village Festival 2019 Jadi Daya Tarik Wisatawan Lokal dan Mancanegara

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan selama Sanur Village Festival 2019, dan menjadi daya tarik bagi para pengunjung termasuk wisatawan mancanegara

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Putu Supartika
Salah satu rangkaian acara SVF tahun 2019 yakni lomba jukung. Sanur Village Festival 2019 Jadi Daya Tarik Wisatawan Lokal dan Mancanegara 

Sanur Village Festival 2019 Jadi Daya Tarik Wisatawan Lokal dan Mancanegara

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Minggu (25/8/2019), merupakan rangkaian terakhir dari pelaksanaan Sanur Village Festival ( SVF) ke 14 tahun 2019.

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan dan menjadi daya tarik bagi para pengunjung termasuk wisatawan mancanegara.

SVF Surfing Competition yang digelar dua hari di Sanur Reef  Beach dengan ombak yang cukup bagus telah mengantarkan kompetisi ini diminati peselancar dari dalam maupun luar negari.

Koordinator SVF Surfing Competition, I Ketut Suartha mengatakan tahun 2019 ini pesertanya bertambah 30 persen dari tahun lalu yang hanya 70 peserta.

"Mudah-mudahan di tahun-tahun mendatang bisa mengundang atlet surfing yang lebih banyak lagi," kata Suartha Suartha yang juga Ketua Sanur Surfing Club (SSC), Minggu (25/8/2019).

Begitu pula dengan Kite Surfing Competition, gerakan angin yang kuat serta ombak tepian yang tidak terlalu kencang di Pantai Segara menjadikan tantangan para atlet untuk menguji kemahiran sekaligus merebut juara di kelas yang dipertandingkan. 

Sementara itu, jukung yang menjadi ikon Pantai Sanur masih menjadi daya pikat wisatawan dan fotografer.

Kompetisi balap jukung yang dilakukan pada 21 Agustus 2019 kemarin di Segera Beach, membuktikan betapa kehidupan tradisi nelayan dengan semangat perubahannya tetap menjadi magnet bagi denyut nadi pariwisata kawasan ini.

Santrian Regatta 2019 yang menggelar Hobiecat 16, optimist dan wind surfing juga menarik atlet sailing dan wind surfing dari Bali maupun luar Bali bahkan mancanegara.

Kejuaraan tahunan yang telah digelar 3 kali ini digagas Ida Bagus Ngurah Kumbayana, yang juga Managing Director Santrian Group untuk menjaring atlet-atlet sailing dan wind surfing dari Bali.

Untuk program aksi hijau SVF, seperti Beach Clean Up, pelepasan tukik ke laut dan penanaman terumbu karang yang melibatkan masyarakat, pemangku kepentingan pariwisata di Sanur dan para wisatawan, terbukti menjadikan kesadaran bersama untuk menyelamatkan lingkungan. 

Sedangkan kegiatan kebugaran di pagi hari di Pantai Sanur melalui yoga, masih menjadi tempat favorit para penekun yoga.

SVF 2019 melalui program Santrian Yoga Festival yang digelar Sabtu (24/8/2019) di Pantai Puri Santrian, membuat selebrasi bersama keluarga besar yoga Seger Oger Sanur dan para wisatwan yang menginap di Puri Santrian Beach & Resort.

Para pemancing mania yang selama ini menjadikan Pantai Sanur area pemancingan, diberikan peluang berkompetisi SVF melalui program Sanur Fishing Competition yang dilaksanakan Minggu (25/8/2019).

Kegiatan yang didalamnya juga menanamkan kesadaran menyelamatkan terumbu karang agar ikan-ikan tetap tinggal di perairan Sanur, diikuti para pemancing Bali dan mancanegara.

Ketua Umum SVF 2019, Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan pantai adalah ikon kuat pariwisata Sanur.

Sanur Village Festival melalui program-programnya memiliki komitmen kuat untuk mengisi atau merebranding ikon itu.

SVF yang lahir dan terinspirasi banyak dari kehidupan Pantai Sanur selalu menempatkan program-program yang berada di Pantai Sanur sebagai unggulan, bahkan sudah bertaraf internasional seperti Sanur International Kite Festival yang digelar lebih awal yakni 15-18 Agustus lalu di Pantai Mertasari.

(*) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved