Subak Lestari Denpasar Tersisa 9, Lahan Produktif Kian Menyusut Paling Masif di Denpasar Selatan

Program perarem Subak Lestari di Denpasar hingga kini hanya menyisakan 9 subak lestari.

Subak Lestari Denpasar Tersisa 9, Lahan Produktif Kian Menyusut Paling Masif di Denpasar Selatan
Tribun Bali/Wema Satyadinata
(Ilustrasi) Ekowisata Subak Sembung. Desa Adat Peguyangan Lestarikan Sawah Melalui Ekowisata Subak Sembung 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Program perarem Subak Lestari di Denpasar hingga kini hanya menyisakan 9 subak lestari.

Hanya di 9 subak lestari inilah yang tidak terjadi penyusutan dan masih menjadi lahan produktif.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Gede Ambara Putra mengatakan, kesembilan subak yang bertahan antara lain  Subak Sembung, Subak Anggabaya, Subak Umalayu dan Subak Uma Desa.

Sementara lahan produktif di Kota Denpasar terus menyusut, bahkan diperkirakan 20 hingga 25 hektare lahan pertanian produktif kini beralih fungsi menjadi lahan perumahan.

Hingga saat ini, data dari Dinas Pertanian Kota Denpasar mencatat lahan produktif praktis hanya menyisakan sekitar 2.170 hektare  (ha).

Sebelumnya, pada tahun 2018, lahan produktif tersisa 2.409 hektare.

Hingga saat ini, tercatat ada sebanyak 42 subak (sawah) di Denpasar yang masih aktif berproduksi.

Gede Ambara Putra mengatakan, penyusutan lahan produktif yang rata-rata merupakan lahan pribadi dipicu kebutuhan papan atau perumahan yang semakin meningkat.

Tingginya kebutuhan perumahan ini berbanding lurus dengan tingkat ekonomi masyarakat yang memaksa pemilik lahan  menjual tanahnya kepada para pengembang properti.

''Seiring tingginya kebutuhan ekonomi akhirnya ngaruh ke penyusutan lahan ini. Ada tanah yang dijual untuk upacara, untuk sekolah anaknya,'' katanya, Sabtu (24/8).

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved