Waspada Potensi Terjadinya Gelombang Tingga hingga 4 Meter di Beberapa Pesisir Bali

BBMKG Wilayah III Denpasar merilis peringatan dini gelombang tinggi wilayah perairan Bali – NTB

Waspada Potensi Terjadinya Gelombang Tingga hingga 4 Meter di Beberapa Pesisir Bali
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Beberapa wisatawan tampak hanya berjemur di sepanjang Pantai Kuta karena ombak dan gelombang tinggi tidak memungkinkan untuk beraktivitas di perairan, Rabu (25/7/2018). Waspada Potensi Terjadinya Gelombang Tingga hingga 4 Meter di Beberapa Pesisir Bali 

Waspada Potensi Terjadinya Gelombang Tingga hingga 4 Meter di Beberapa Pesisir Bali

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, BBMKG Wilayah III Denpasar merilis peringatan dini gelombang tinggi wilayah perairan BaliNTB.

Peringatan ini berlaku Minggu (25/8/2019) pukul 08.00 Wita hingga Selasa (27/8/2019) pukul 08.00 Wita.

Dalam rilis tersebut dikatakan, gelombang laut dengan tinggi 0.5 - 2.0 meter berpotensi terjadi di Laut Bali dan Selat Lombok bagian utara.

Selain itu gelombang laut dengan tinggi 3.0 – 4.0 meter berpotensi terjadi di Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Bali meliputi Tanah Lot, Kuta, Nusa Dua, Pecatu, Ungasan, dan perairan selatan Nusa Penida, perairan selatan NTB, dan Samudera Hindia Selatan BaliNTB.

Dengan adanya potensi gelombang tinggi ini, BMKG memberikan imbauan agara mengutamakan keselamatan pelayaran sebagai berikut.

  • Perahu nelayan agar mewaspadai angin dengan kecepatan di atas 15 knot dan ketinggian gelombang di atas 1.25 meter.
  • Kapal Tongkang waspadai angin dengan kecepatan di atas 16 knot dan ketinggian gelombang di atas 1.5 meter.
  • Kapal Ferry waspadai angin dengan kecepatan di atas 21 knot dan ketinggian gelombang di atas 2.5 meter.
  • Kapal ukuran besar waspadai angin dengan kecepatan di atas 27 knot dan ketinggian gelombang di atas 4.0 meter.

BMKG juga meminta masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas pada daerah yang berpotensi terkena gelombang tinggi agar mempertimbangkan potensi tersebut sebelum melaut dan juga mencermati informasi dari BMKG.

“Fenomena pasang maksimum air laut ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam, dan perikanan maupun kegiatan bongkar muat di pelabuhan,” kata Forecaster BMKG Wilayah III Denpasar, I Made Sudarma  Yadnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat pesisir yang terletak pada area yang berpotensi terjadinya gelombang tinggi agar tetap waspada.

(*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved