90 Data Penerima Program Bedah Rumah di Tabanan Keliru, Langkah Ini Langsung Diambil Pemerintah

Dari total penerima bantuan bedah rumah 300 Unit, 90 penerima di antaranya mengalami kesalahan data.

90 Data Penerima Program Bedah Rumah di Tabanan Keliru, Langkah Ini Langsung Diambil Pemerintah
kompas.com
Ilustrasi bedah rumah 

90 Data Penerima Bedah Rumah di Tabanan Keliru, Langkah Ini Langsung Diambil Pemerintah

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dari total penerima bantuan bedah rumah 300 Unit, 90 penerima di antaranya mengalami kesalahan data.

Bahkan, beberapa di antaranya sempat ada yang seharusnya layak menerima bantuan justru tak menerima.

Sebaliknya, warga yang rumahnya masih bisa digunakan justru mendapat bantuan.

Seperti kasus yang menimpa warga Banjar Gulingan, Desa Antosari, Selemadeg Barat.

Selebgram Sekaligus Komedian Puja Astawa Duduk Berhadapan dengan Hakim, Ini Ungkapannya

Ungkapan Glenn Fredly dan Mutia Ayu di Unggahan Foto Perdana Pernikahan

Kata Kepala Bappenas Terkait Nama Ibu Kota RI yang Baru Diumumkan Jokowi

Khawatir Seperti Brasilia dan Myanmar, Ridwan Kamil Kritik Desain Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan

Ia akhirnya baru dipastikan masuk dalam list daftar penerima bantuan bedah rumah dari BKK Badung setelah sebelumnya sempat khawatir karena namanya tak ada dalam list.

Ia awalnya menerima bantuan tersebut, namun di pertengahan jalan atau saat ia sudah membangun rumahnya dengan cara mengebon, nama yang muncul justru orang lain.

Menurut data yang berhasil diperoleh, hingga saat ini total bantuan yang sudah cair 266 unit bantuan.

Rinciannya, tahap pertama yang cair sebanyak 180 unit, tahap 76 unit, dan tahap ketiga sebanyak 10 unit.

Dan saat ini sedang diajukan 11 unit, dan kekurangannya 23 unit yang saat ini masih proses pengubahan SK karena ada kesalahan nama, alamat, dan beberapa berkas lainnya termasuk mengubah SK dari kesalahan penerima sebelumnya, menjadi penerima asal Selemadeg Barat.

"Dari total 300 unit bantuan, setidaknya ada 90 berkas yang mengalami kesalahan. Kesalahan diketahui berdasarkan masukan dari warga, perbekel," kata Kepala Dinas Sosial Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan, Senin (26/8/2019) sembari menyebutkan saat ini kekurangan pencairan sebanyak 34 unit bantuan. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved