Anggota DPRD Gianyar Soroti Pemasangan Tiang dan Kabel PLN, Ini Masalahnya

Setiap PLN mau pasang kabel atau tiang, masyarakat harus tahu. Aspek sosial itu sangat penting.

Anggota DPRD Gianyar Soroti Pemasangan Tiang dan Kabel PLN, Ini Masalahnya
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Anggota DPRD Gianyar Ida Bagus Gaga Adi Saputra 

Anggota DPRD Gianyar Soroti Pemasangan Tiang dan Kabel PLN, Ini Masalahnya

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Keberadaan PLN saat ini tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat.

Meski demikian, PLN juga tidak luput dari kritikan masyarakat.

Hal tersebut karena PLN terkadang tidak memperhatikan estetika lingkungan dan kerap menjadi ‘pengganggu’ saat krama adat menjalankan ‘dharmaning agama’, satu di antaranya tradisi pengabenan.

Dalam hal estetika, kabel-kabel PLN kerap merusak estetika bangunan style Bali, pemandangan, hingga patung di persimpangan jalan yang dibuat dengan biaya tinggi.

Dari segi ‘dharmaning agama, masyarakat adat saat ini tidak leluasa dalam menggelar prosesi ‘ngaben’, atau membawa petulangan dan bade ke kuburan.

Sebab di tengah jalan terbentang kabel, sehingga masyarakat harus membawa bambu, untuk mendorong kabel agar tak tersentuh piranti pengabenan.

Hal tersebut dikatakan anggota DPRD Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra, Senin (26/8/2019).

“Kondisi ini terjadi karena masyarakat kita permisif (polos), selain itu kurangnya sosialisasi dari pihak PLN. Setiap PLN mau pasang kabel atau tiang, masyarakat harus tahu. Aspek sosial itu sangat penting, apalagi PLN inikan BUMN, milik negara,” ujar mantan Sekda Gianyar itu.

Pihaknya selama ini kerap mendapatkan keluhan masyarakat yang kawasannya terganggu kabel PLN.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved