Keluarga Korban Masih Pikir-Pikir

Tiga tersangka kekerasan anak dibawah umur kembali menjalani tahapan diversi setelah dilimpahkan ke PN Klungkung

Keluarga Korban Masih Pikir-Pikir
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Satreskrim Polres Klungkung, Senin (19/8/2019), melalukan penyerahan tersangka dan barang bukti terkait kasus kekerasan terhadap Ni Ketut APP (15). Selanjutnya, proses diversi akan dilakukan oleh pihak Kejaksaan Negeri Klungkung. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Tiga tersangka kekerasan anak dibawah umur, Komang P (16), P (16) dan Kadek KD (17) membali menjalani tahapan diversi setelah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Klungkung, Senin (16/8).

Hasilnya pun belum menemukan titik temu.

Pihak keluarga korban mengaku masih pikir-pikir untuk berdamai sehingga tahapan diversi kembali ditunda sampai, Selasa (10/9).

Sebelumnya upaya diversi di Kejaksaan Negeri Klungkung gagal, tahapan diversi dengan musyawarah kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Semarapura, Senin (16/8).

Tersangka Komang P (16), P (16) dan Kadek KD (17) tiba di Kantor PN Semarapura sekira pukul 10.00 Wita.

Mereka didampingi keluarga masing-masing, dan dipertemukan dengan korban Ni Ketut APP (15) dan keluarganya.

Proses muyawarah yang berlangsung tertutup tersebut, difasilitasi langsung, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Semarapura, Ni Made Oktimandiani dan dihadiri langsung P2TP2A Klungkung dan pihak Balai Pemasyarakatan.

Musyawarah berlangsung sekitar sejam, dan hasilnya kedua pihak belum menemukan titik temu.

"Musyawarah tadi belum ada titik ttemu antar kedua pihak. Karena pihak keluarga korban, mengaku masih pikir-pikir untuk menerima diversi," ujar Pandamping Hukum P2TP2A Ni Wayan Latri yang ikut menampingi korban dan tersangka saat proses diversi.

Menurutnya, pihak keluarga meminta waktu untuk berpikir menerima diversi dan berdamai dengan para tersangka. Sehingga fasilitator menunda diversi sampai, Selasa (10/9) mendatang.

Proses diversi selanjutnya akan dilaksanakan pukul 14.00 Wita, menunggu korban maupun tersangka pulang sekolah.

" Pihak keluarga korban mohon waktu untuk berpikir. Mereka tentu membutuhkan waktu, untuk dapat ambil keputusan dengan pikiran yang jernih," terang Wayan Latri.

Sementara seorang keluarga pelaku Nyoman S berharap proses diversi ini segera menemukan titik temu. Sehingga putrinya dapat segera fokus untuk mendaftar kuliah.

" Besar harapan kami proses diversi ini segera menemukan titik temu, sehingga anak saya bisa fokus untuk daftar kuliah," harap Nyoman S

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Klungkung mengamankan tiga tersangka dalam kasus kekerasan terhadap Ni Ketut APP (15), antara lain Komang P (16), P (16) dan Kadek KD (16). Ketiganya diganjar dengan pasal 80 jo Pasal 76 UU 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan penjara selama 3 tahun. Namun karena pelaku masih dibawah umur, penyelesaian kasus ini diupayakan diversi. Proses diversi sudah dilakukan kepolisian, Jumat (12/7) dan pihak Kejaksaan Negeri Klungkung, Senin (19/8) lalu dengan mempertemukan pihak korban dan pelaku. Namun pihak korban ingin kasus ini lanjut hingga ke pengadilan, karena video kekerasan yang dialami korban sampai viral di media sosial. (Mit)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved