Koster Hentikan Reklamasi Pelabuhan Benoa, Proyek Pengurukan Hancurkan Ekosistem Bakau 17 Hektare

Gubernur Bali I Wayan Koster meminta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III segera menghentikan reklamasi di areal seluas 85 hektare di sekeliling

Koster Hentikan Reklamasi Pelabuhan Benoa, Proyek Pengurukan Hancurkan Ekosistem Bakau 17 Hektare
Tribun Bali/Rizal Fanany
Tribun Bali/Rizal Fanany REKLAMASI PELABUHAN - Aktivitas pengurugan atau reklamasi laut di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Minggu (25/8/2019). Reklamasi tersebut menyebabkan hancurnya ekosistem bakau seluas 17 hektare. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali I Wayan Koster meminta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III segera menghentikan reklamasi di areal seluas 85 hektare di sekeliling Pelabuhan Benoa.

Penghentian ini karena reklamasi atau pengurukan wilayah laut tersebut telah menyebabkan hancurnya ekosistem bakau seluas 17 hektare, serta memicu terjadinya sejumlah pelanggaran.

Permintaan itu disampaikan Koster dalam surat resmi kepada Direktur Utama Pelindo III yang juga ditembuskan kepada Menteri BUMN, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Perhubungan, serta Menteri Agraria dan Penataan Ruang. Surat dikirim pada Kamis (22/8).

Kerusakan vegetasi mangrove dan pelanggaran-pelanggaran ini ditemukan oleh Tim Monitoring dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang didampingi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali.

“Dampak lingkungan yang terjadi berupa rusaknya lingkungan yang sangat parah dan mengakibatkan kematian vegetasi hutan mangrove beserta ekosistem lainnya seluas 17 Ha berlokasi di Timur Laut lokasi Dumping II," kata Koster di rumah jabatannya, Minggu (25/8).

"Kondisi tersebut terjadi karena ada pelanggaran pengerjaan teknis yaitu tidak dibangunnya tanggul penahan atau revetment dan tidak dipasangnya silt screen sesuai dengan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) pada dokumen Amdal (Analisis mengenai dampak lingkungan),” lanjutnya.

Gubernur Bali Wayan Koster menunjukkan salinan surat yang dikirimkannya kepada Pelindo III saat konferensi pers di rumah jabatannya, Minggu (25/8/2019)
Gubernur Bali Wayan Koster menunjukkan salinan surat yang dikirimkannya kepada Pelindo III saat konferensi pers di rumah jabatannya, Minggu (25/8/2019) (Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana)

Selain itu kegiatan pengembangan yang semakin meluas mengakibatkan terganggunya wilayah yang disucikan dan hilangnya keindahan alam di kawasan perairan Teluk Benoa, sehingga telah mendapat protes dan reaksi dari berbagai komponen masyarakat.

Dalam suratnya tersebut Koster meminta Pelindo III agar tidak melanjutkan kegiatan reklamasi dan pengembangan di areal Dumping I dan Dumping II sejak surat itu diterima.

Berdasarkan dokumen yang ada, kata Koster, reklamasi yang dilakukan oleh Pelindo III terhadap lahan seluas 85 Ha terdiri atas lokasi Dumping I seluas 38 Ha dan lokasi Dumping II seluas 47 Ha.

Proyek tersebut telah dilakukan melalui proses administrasi mulai tahun 2012, kegiatan pelaksanaan pengembangan mulai tahun 2017, dan pada saat ini sedang berjalan dengan capaian progress 88,81 persen.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved