Pelindo III Akui Ada Kerusakan Mangrove Akibat Reklamasi: Tapi Tak Sampai 17 Hektare

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III mengakui adanya kematian bakau (mangrove) sebagai dampak dari reklamasi pengembangan Pelabuhan Benoa

Pelindo III Akui Ada Kerusakan Mangrove Akibat Reklamasi: Tapi Tak Sampai 17 Hektare
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Vice President Corporate Communication PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo)┬áIII Wilis Aji Wiranata menunjukkan areal bakau yang mati akibat terkena dampak dari reklamasi Pengembangan Pelabuhan Benoa, Senin (26/8/2019). Pelindo III Akui Ada Kerusakan Mangrove Akibat Reklamasi: Tapi Tak Sampai 17 Hektare 

Pelindo III Akui Ada Kerusakan Mangrove Akibat Reklamasi: Tapi Tak Sampai 17 Hektare

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III mengakui adanya kematian bakau (mangrove) sebagai dampak dari reklamasi pengembangan Pelabuhan Benoa.

Hal itu disampaikan Vice President Corporate Communication PT Pelindo III Wilis Aji Wiranata saat mengajak sejumlah awak media mengunjungi lokasi reklamasi dan mangrove yang terdampak, Senin (26/8/2019).

Meski mengakui adanya bakau yang mati, Wilis mengatakan bahwa jumlahnya tidak sampai 17 hektare sebagaimana yang disebutkan Gubernur Bali Wayan Koster.

Menurutnya luasan bakau yang mati diperkirakan hanya sebatas 7 hektare, dan hal tersebut disebabkan karena adanya hal-hal di luar rencana.

Sebelumnya, guna mengantisipasi adanya kematian bakau pihaknya berencana menggunakan metode silt screen, namun hal itu ternyata tidak efektif karena di lokasi reklamasi terdapat pasang surut +1 sampai dengan 0.

Adanya pasang surut itu menyebabkan air tidak selalu menggenang di lokasi sehingga tidak cocok untuk menggunakan silt screen.

Silt screen ini, kata Wilis, akan berhasil jika terdapat air yang menggenang secara terus-menerus.

Karena silt screen tidak efektif digunakan, maka pihaknya sejak awal menggantinya dengan metode sand bund.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved