Pengajian Kebangsaan Jadi Penutup Pekan Olahraga dan Seni Nahdlatul Ulama Bali

Warga Nahdliyin di wilayah Provinsi Bali antusias mengikuti Pengajian Kebangsaan di Lapangan Bajra Sandhi

Pengajian Kebangsaan Jadi Penutup Pekan Olahraga dan Seni Nahdlatul Ulama Bali
Tribun Bali/Kambali
Ketua PWNU Provinsi Bali KH Abdul Aziz saat melepas peserta Jalan Sehat di kawasan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Minggu (25/08/2019) pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Warga Nahdlatul Ulama (NU) atau yang lebih dikenal warga Nahdliyin di wilayah Provinsi Bali antusias mengikuti Pengajian Kebangsaan di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Bali, Minggu (25/08/2019) malam.

Pengajian tersebut menghadirkan kiai muda KH Muhammad Nur Hayid (Gus Hayid) yang kini menjadi Wakil Ketua LD PBNU dan Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tema dalam pengajian ini “Semangat Kemerdakaan, Menguatkan Persaudaraan.”

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Bali KH Abdul Aziz menjelaskan, pengajian kebangsaan tersebut merupakan penutup dari rangkaian kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Nahdlatul Ulama Bali (Porsenuba). Rangkaian kegiatan ini dalam rangka memperingati Kemerdekaan RI ke-74.

“Puncaknya adalah pengajian kebangsaan ini. Dengan pengajian kebangsaan ini kita bisa membangun rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), secara terus menerus,” kata dia.

“Membangun kebersamaan ini adalah harga mati bagi Nahdlatul Ulama. Kita harus hadir di tengah-tengah masyarakat, selalu berkolaborasi di tengah masyarakat tanpa memandang agama, suku, sehingga hubungan harmonis ini terjalin selamanya,” jelas KH Abdul Aziz.

“Tentunya kami pada saat ini juga menekankan agar jalinan hubungan yang sudah baik ini agar terus digalakkan, terus bisa dibangun secara kebersamaan, sehingga tidak ada ruang sedikitpun untuk memecah anak bangsa,”

Disebutkan, Porsenuba ini dalam rangka memeriahkan dan mensyukuri atas kemerdekaan bangsa Indonesia. Menurutnya, kemerdakaan RI harus dijaga dan didukung, dilestarikan dan dikembangkan, sehingga kemeriahan ini terus berlanjut di masa yang akan datang.

“Dalam beberapa kegiatan ini, tentunya kita bisa mengasah khususnya anak-anak muda terkait dengan olahraga dan seni apakah itu silat, bulutangkis, futsal dan lain sebagainya. Kami juga mencari bibit-bibit seni, kegiatan ini menjaring itu, dan melahirkan putra-putri kami yang mempunyai potensi dan talenta untuk berkiprah dalam seni dan olahraga sehingga ke depannya harapan kami tentunya bisa mengharumkan nama Bali. Jadi output ini bisa dilanjutkan ke jenjang selanjutnya,” jelas dia.

Sebelum Pengajian Kebangsaan juga digelar Jalan Sehat di kawasan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Minggu (25/08/2019) pagi. Peserta jalan sehat kemarin datang dari berbagai daerah di kabupaten/kota di Bali. Di antaranya dari Kabupaten Badung dan Denpasar.

Selain dari warga Nahdliyin, juga dari warga umum serta perkumpulan warga atau paguyuban, seperti Paguyuban Warga Nganjuk (Pawang) di Bali. Jalan sehat dengan hadiah utama umrah dan puluhan doorprize lainnya itu diikuti anak-anak hingga dewasa. (*)

Penulis: Kambali
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved