Pengamat Politik Sebut Putu Artha dan Jelantik Berpeluang Jadi Menteri di Kabinet Jokowi 

Konstelasi perebutan kursi jatah menteri dari Bali di kabinet Kerja Jilid II semakin menarik saja.

Pengamat Politik Sebut Putu Artha dan Jelantik Berpeluang Jadi Menteri di Kabinet Jokowi 
KOMPAS/HANDINING
ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Konstelasi perebutan kursi jatah menteri dari Bali di kabinet Kerja Jilid II semakin menarik saja.

Pengamat Politik dari Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta, Rayla Prajnariswari Belaudina Kusrorong mengatakan bahwa sosok menteri dari Bali haruslah merupakan sosok yang kompeten dan profesional di level nasional.

"Oh menurut saya kalau bicara menteri dari Bali semua pastinya tergantung dari pak jokowi, harus dilihat ada gak orang Bali yang kompeten dan berada pada level nasional," katanya, Minggu (25/8/2019) malam.

Menurutnya ada beberapa nama yang pantas menjadi pendamping Jokowi di kabinet mendatang. Ia menyebutkan dua nama yakni, I Gusti Putu Artha dan Ni Luh Djelantik.

"Ada beberapa penilaian saya kandidat menteri Bali. Dari sejumlah nama yag beredar yang relatif pantas dan layak dipinang adalah pak I Gusti Putu Artha atau Ni Luh Djelantik," ucap dia.

Ia beralasan bahwa keduanya kompeten dan memiliki pondasi sikap ideologis, nasionalisme yang kuat.

Selain itu dari rekam jejak keduanya dalam Tim Kampanye dan pemenangan Jokowi sangat nyata.

"Sudah jelas-jelas berkeringat bekerja untuk pemenangan Jokowi. Putu Artha jadi Wakil Direktur Saksi TKN dan koordinator Tim Ahok Djarot. Djelantik sebagai relawan Jokowi sangat intensif juga dalam pemenangan Jokowi," jelasnya.

Mengenai jatah Bali yang selalu menjadi domain PDIP. Ia menyebutkan kinerja menteri dari Bali yang menurut dia belum terdengar kiprahnya.

"Jika ada isu bahwa kader bali dari PDIP yang "dapat jatah", menurut saya bapak Jokowi tak melihat bahwa PDIP menang besar di Bali maka calon menteri dari Bali. Evaluasi menteri dr Bali dari PDIP AA Puspayoga 5 tahun ini tak terdengar kiprahnya. Beda dengan menteri-menteri sebelumnya dari Bali," tegasnya.

"Jika selama ini ada klaim jatah Bali diambil PDIP maka sangat mgkn sekarang dng komposisi 45 persen profesional jatah PDIP hanya 4-5 kursi. Dan akan berebut kader senior ambil jatah itu. Potensial Bali akan didorong jadi jatah pluralisme buka jatah parpol," tambahnya.(*) 

Penulis: Ragil Armando
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved