5 Alasan Jokowi Pilih Ibu Kota Baru ke Kutai Kertanegara Kalimantan Timur, Minim Risiko Bencana Ini

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan memindahkan ibu kota ke wilayah Kalimantan Timur, tepatnya di sebuah kawasan terletak di wilayah

5 Alasan Jokowi Pilih Ibu Kota Baru ke Kutai Kertanegara Kalimantan Timur, Minim Risiko Bencana Ini
Tribun Bali/Prima/Dwi S.
Infografis pemindahan ibu kota baru dari Jakarta ke Kutai Kertanegara Kalimantan Timur. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan memindahkan ibu kota ke wilayah Kalimantan Timur, tepatnya di sebuah kawasan terletak di wilayah Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Lahan yang digunakan untuk pembangunan ibu kota dipastikan memakai tanah hutan industri, bukan hutan lindung.

Jokowi menyatakan telah mengirimkan surat kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), isinya mengajak bersama-sama membuat undang-undang terkait pemindanhan ibu kota negara.

5 Keunggulan Kalimantan Timur, Dipilih Jadi Ibu Kota Baru

"Tadi pagi (Senin pagi), saya sudah berkirim surat kepada Ketua DPR, dilampiri hasil-hasil kajian mengenai calon ibu kota baru tersebut," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8).

Setelah mengirim surat tersebut, pemerintah akan mempersiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemindahan Ibu Kota.

"Pemerintah akan  segera mempersiapkan RUU untuk selanjutnya disampaikan kepada DPR," ucapnya.

Jokowi menjelaskan, kebutuhan dana untuk pembangunan ibu kota baru kurang lebih Rp 466 triliun, yang bersumber dari APBN sebesar 19 persen.

"Itupun terutama berasal dari skema kerjasama pengelolaan aset di ibu kota baru dan di  DKI Jakarta. Sisanya berasal dari kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), serta investasi langsung swasta serta BUMN," papar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menerangkan sejumlah alasan pemindahan ibu kota ke wilayah Kalimantan Timur.

Pertama, berdasarkan hasil kajian yakni risiko ancaman bencana minimal. Bencana dimaksud antara lain banjir, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan tanah longsor.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved